Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Aceh melakukan roguing fase vegetatif seleksi tanaman benih jagung komposit di wilayah Aceh Besar dalam rangka menjaga kemurnian genetik serta kualitas benih.
“Roguing tanaman jagung adalah proses seleksi dan eliminasi (pencabutan) tanaman yang tidak diinginkan seperti tipe simpang (off-type), tanaman sakit, atau varietas campuran yang berguna untuk menjaga kemurnian genetik dan kualitas benih jagung,” kata Petugas BPSBTPH Aceh, Amrullah dalam keterangannya, di Banda Aceh, Rabu.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas pangan menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Salah satunya melalui produksi benih unggul jagung komposit spesifik lokasi.
Amrullah menyampaikan bahwa kegiatan roguing ini wajib dilakukan agar tidak ada penyimpangan genetik pada jagung hasil produksi benih.
“Roguing harus dilakukan dengan maksimal tanpa ada tanaman yang tidak dikehendaki tertinggal di lahan budidaya,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, tim BPSBTPH juga melibatkan sejumlah kelompok tani, sehingga mereka dapat belajar melakukan roguing tentang bagaimana menentukan tanaman yang akan dibuang karena adanya kemungkinan perbedaan genetik (tanaman off tipe/tipe simpang).
Atau, para petani juga dapat memahami jenis tanaman yang tidak sesuai dengan deskripsi sebagai tanaman yang ingin diperbanyak yaitu varietas Jakarin dan Bisma.
“Tahapan ini harus dilakukan dengan baik dan benar agar tahapan selanjutnya untuk memperoleh benih jagung bersertifikat dapat dicapai sesuai target,” katanya.
Sementara itu, Pj UPBS Jagung Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Dr Didi Darmadi menyatakan tanaman benih jagung komposit yang dilakukan roguing fase vegetatif tersebut berada pada lahan seluas empat hektare di kawasan Saree, Kabupaten Aceh Besar.
Penanaman benih jagung tersebut, melibatkan petani lokal sekitar 12 orang dalam kelompok tani Sejahtera Baru. Ditargetkan, benih ini dapat dipanen pada Agustus 2026 mendatang.
“Penanaman ini melibatkan 12 orang petani, dan target panen sebanyak 5,7 ton. Insya Allah panen sekitar bulan delapan,” demikian Dr Didi Darmadi.







