ITS Umumkan Hasil SNBT 2025, Buka Tiga Jalur Mandiri hingga 4 Juni

Surabaya | Bidik IndonesiaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 pada Rabu (28/5) pukul 15.00 WIB secara daring melalui Badan Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3). Dari total 37.745 pendaftar, sebanyak 2.363 calon mahasiswa baru (maba) dinyatakan lolos seleksi. Jumlah peminat tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun tingkat penerimaan hanya sekitar enam persen.

Menyikapi hasil tersebut, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Nani Kurniati ST MT PhD, mengingatkan bahwa bagi calon maba yang belum berhasil lolos SNBT, masih terbuka peluang lain. “Calon mahasiswa yang belum diterima melalui jalur SNBT tidak perlu khawatir atau putus asa,” ujarnya. ITS membuka tiga jalur seleksi mandiri sebagai alternatif yang dapat diikuti hingga 4 Juni 2025. Ketiga jalur tersebut adalah SMITS Academic and Competence Excellence (SMITS ACE), SMITS Future Leader and Academic Talent (SMITS FLAT), serta International Undergraduate Program (IUP).

SMITS ACE merupakan jalur seleksi berbasis tes yang terdiri dari Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum. Penilaian pada jalur ini menggabungkan nilai UTBK, hasil Tes SMITS daring, serta data rapor, prestasi, deskripsi diri, dan portofolio khusus untuk program studi desain. Sementara itu, SMITS FLAT menargetkan siswa berprestasi dan calon pemimpin masa depan tanpa harus mengikuti tes tulis. Salah satu keunggulan dari jalur ini adalah adanya Seleksi Mandiri Beasiswa yang memberikan pembebasan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sebagai bentuk nyata ITS dalam mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif.

Selain itu, ITS juga membuka International Undergraduate Program (IUP), program berstandar global yang menggunakan bahasa pengantar Inggris. Program ini terbuka bagi mahasiswa dari dalam maupun luar negeri, menawarkan pengalaman internasional melalui skema pertukaran pelajar, gelar ganda (dual degree), magang global, hingga summer course di universitas mitra luar negeri. Mahasiswa IUP mendapatkan fasilitas pembelajaran modern, pendampingan dosen berpengalaman, serta peluang riset kolaboratif. Lulusan program ini dibekali keunggulan teknis, kemampuan lintas budaya, dan kefasihan berbahasa Inggris yang kompetitif di pasar global.

Pada 2025, IUP ITS membuka 16 program studi dari berbagai fakultas, antara lain Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Material, Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Geomatika, Geofisika, Teknik Perkapalan (Joint Degree), Statistika, Teknik Elektro, Informatika, Sistem Informasi, dan Manajemen Bisnis. Kuota tiap program studi berkisar antara 15 hingga 40 orang.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ITS secara konsisten mendukung beragam program beasiswa setiap tahunnya untuk meringankan biaya pendidikan mahasiswa baru. Beberapa beasiswa yang tersedia antara lain Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K), beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), serta beasiswa dari Ikatan Alumni (IKA) ITS, dan berbagai beasiswa lain yang terus diperbarui. Langkah ini menunjukkan komitmen ITS dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Tahun ini, ITS kembali memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi teknik unggulan. Program studi seperti S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Sistem dan Industri, serta D4 Teknik Infrastruktur Sipil mencatat lonjakan peminat yang signifikan. Teknik Sistem dan Industri bahkan menjadi pilihan pertama bagi 17.384 pendaftar dan pilihan kedua bagi 12.538 pendaftar. Peningkatan peringkat program studi teknik di ITS menjadi faktor utama yang menarik minat pendaftar.

Melihat tren positif ini, Nani mengungkapkan kebanggaan dan optimisme terhadap masa depan ITS sebagai kampus teknik unggulan. “Ini menunjukkan citra Kampus Pahlawan sebagai institusi pendidikan teknik terbaik semakin diakui oleh masyarakat luas,” ujarnya. Dengan komitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses seleksi, serta menyediakan beasiswa bagi berbagai kalangan, ITS berupaya mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.[mia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *