Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Harga emas murni di Pasar Aceh, Banda Aceh, berada di angka Rp 6.050.000 per mayam belum termasuk ongkos pembuatan. Bila dibebankan dengan ongkos pembuatan maksimal, maka tembus hingga Rp 6.250.000 per mayam.
“Harga emas hari ini berada di angka Rp 6.050.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan,” kata kata Daffa, seorang penjual emas di Pasar Aceh.
Dia menyampaikan harga emas hari ini termasuk turun bila dibandingkan dengan empat hari lalu. Ketika itu, harga emas sempat berada Rp 6.080.000 per mayam belum termasuk ongkos pembuatan.
Daffa mengatakan kenaikan harga logam mulia yang tembus hingga di atas Rp 6.000.000 per mayam mulai terjadi dalam dua pekan terakhir.
Harga emas masih berada di angka Rp 5.850.000 per mayam belum termasuk ongkos pembuatan pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Penyebab kenaikan, kata Daffa, akibat dampak kebijakan Bank Sentral Amerika atau The Fed. Bank milik Paman Sam tersebut menurunkan suku bunga bank sehingga membuat para investor lebih memilih berinvestasi menggunakan emas.
“Kondisi tersebut pula yang menyebabkan harga emas tinggi,” ujar Daffa.
Namun di sisi lain, daya beli masyarakat di Aceh saat ini lebih banyak menjual dibandingkan membeli. Perbandingannya, 90 persen dengan 10 persen.
Hal ini dikarenakan masyarakat membutuhkan uang untuk memenuhi kehidupan dan bisnis, ditambah lagi harga emas sedang naik.
“Kondisi ini yang mendorong masyarakat lebih banyak menjual dibandingkan membeli,” kata penjual emas di Pasar Aceh itu.
Untuk harga dua jenis emas yakni 16 karat dan 17 karat tidak berubah. Emas 16 karat masih berada di angka Rp 1.500.000 per gram dan 17 karat Rp 1.600.000 per gram.
Sementara, emas harga emas Antam mengalami kenaikan Rp 90.000 per gram. Emas batangan ini berdasarkan catatan AJNN dijual dengan harga Rp 2.100.000 per gram, akan tetapi kini menjadi Rp 2.190.000 per gram.***


