IDI |BidikIndonesia.com – Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-66 diperingati dengan khidmat di SMKN 1 Julok.
Mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan Unggul, Menuju Aceh Maju”, upacara peringatan ini menjadi momen untuk memperkuat komitmen seluruh civitas akademika dalam memajukan dunia pendidikan.
Dalam amanatnya, yang dibacakan oleh pembina upacara, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk terus mengembangkan diri, memanfaatkan teknologi, dan melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keberanian berinovasi.
Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan penyerahan penghargaan kepada tujuh guru, satu tenaga kependidikan (tendik), dan tiga siswa berprestasi. Apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari kolaborasi semua pihak.
Mahlizar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang mewakili Kepala SMKN 1 Julok, Faisal, menyampaikan bahwa peringatan HARDIKDA bukan sekadar seremonial.
“Ini adalah momentum untuk mempertegas arah pendidikan di Aceh. Kami berharap seluruh insan pendidikan, khususnya di SMKN 1 Julok, semakin termotivasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ujarnya.
Apresiasi untuk Dedikasi dan Prestasi
Lebih lanjut, Mahlizar memberikan apresiasi khusus kepada para penerima penghargaan.
Untuk guru, ia menyebut bahwa penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih sekolah atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mendidik. “Mereka telah menunjukkan semangat dan kerja keras yang patut diteladani,” jelasnya.
Kepada tenaga kependidikan, Mahlizar juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam.
“Peran mereka sering kali tak terlihat, namun sangat vital dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Penghargaan ini adalah simbol dari apresiasi sekolah atas kerja tulus dan disiplin yang mereka berikan,” ungkapnya.
Sementara itu, tiga siswa yang berhasil menjadi paskibra di tingkat kecamatan mendapat pesan khusus.
“Kami bangga kepada tiga siswa yang terpilih menjadi paskibra. Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu dipercaya di luar lingkungan sekolah. Semoga capaian ini memotivasi siswa lain untuk terus berdisiplin dan berprestasi,” pungkas Mahlizar.(*)







