Simeulue|Bidikindonesia.com– Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Simeulue. Peristiwa terbaru menambah panjang daftar insiden kebakaran yang telah terjadi sebanyak enam kali di wilayah ini.Minggu(29/6/2025)
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sejumlah rumah warga dilaporkan hangus terbakar.
Setiap kali terjadi kebakaran, warga Simeulue selalu menyoroti satu masalah yang belum juga terselesaikan Ground Tank atau bak penampungan air berkapasitas besar yang tak pernah difungsikan sejak dibangun.
“Sangat disayangkan, ketika terjadi kebakaran dan ground tank sangat dibutuhkan, ternyata tidak bisa digunakan sama sekali,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, saat ditemui di lokasi kebakaran.
Karena ground tank tidak berfungsi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue terpaksa menyedot air dari sungai yang jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.
Padahal, pembangunan ground tank tersebut menelan anggaran cukup besar, yakni Rp919 juta yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Namun, hingga kini, infrastruktur tersebut belum bisa difungsikan.
“Anggarannya hampir Rp1 miliar, tapi tidak bisa dipakai. Harusnya DPRK Simeulue turun tangan. Mereka wakil rakyat, tugasnya mengawasi proyek-proyek seperti ini,” ujar salah satu korban kebakaran.
Warga mendesak pemerintah daerah dan DPRK Simeulue untuk segera mengevaluasi keberadaan ground tank serta mencari solusi cepat agar tidak ada lagi korban kebakaran yang kehilangan tempat tinggal karena keterlambatan suplai air.
Selain itu, warga juga menyayangkan kurangnya pengawasan saat terjadi kebakaran. Menurut mereka, keberadaan Satpol PP dan pihak berwenang dianggap belum efektif mengamankan lokasi. Banyak warga yang justru menonton dan membuat konten saat kebakaran terjadi, sehingga mengganggu kerja petugas pemadam kebakaran.
“Orang malah ramai-ramai nonton dan bikin video, petugas jadi susah lewat karena banyak kerumunan,” kata seorang saksi mata.
Dengan sudah enam kali kebakaran terjadi di Simeulue, warga berharap pemerintah dan lembaga terkait segera mengambil tindakan nyata, bukan hanya reaksi setelah kejadian.
“Harusnya ini jadi evaluasi menyeluruh. Jangan sampai kebakaran terus berulang tapi kita masih tidak siap,” ujar warga lainnya. (RK)







