Dinkes Aceh Besar perluas pelacakan kasus tekan angka TBC

Banda Aceh|BidikIndonesia.com  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat upaya pencegahan melalui deteksi penelusuran kontak atau tracing Tuberkulosis (TBC) guna dan menekan angka penyakit menular tersebut di daerah setempat.

“Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC agar dapat segera ditangani dan tidak meluas di lingkungan masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati di Lambaro.

Ia menjelaskan dalam melakukan deteksi dini tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta penelusuran kontak atau tracing Tuberkulosis (TBC) di Aceh Besar.

Ia mengatakan dalam sosialisasi yang turut dilakukan di Gampong Lampupok Baro, Kecamatan Indrapuri, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program CKG, pentingnya menjaga kesehatan, serta gejala TBC yang perlu diwaspadai.

Adapun gejala yang perlu dikenali oleh masyarakat antara lain batuk berkepanjangan, demam, keringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dan tubuh mudah lelah.

Bacaan Lainnya

Neli Ulfiati didampingi tim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menambahkan selain edukasi kesehatan, petugas juga melaksanakan penelusuran kontak TBC untuk mengidentifikasi orang-orang yang berisiko terpapar, terutama mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.

“Langkah ini penting agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya,” katanya.

Neli Ulfiati menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program kesehatan, khususnya dalam mendeteksi penyakit sejak dini dan mencegah penularan TBC.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. TBC dapat disembuhkan apabila pasien mendapatkan pengobatan yang tepat dan menjalani terapi secara teratur hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Program CKG diharapkan juga dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, bukan hanya ketika mengalami keluhan atau jatuh sakit, tetapi juga melalui pemeriksaan rutin sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Pihaknya berharap lewat sinergi Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah gampong, dan masyarakat upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang mudah diakses, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat terwujud.

“Kami juga berharap kepada masyarakat tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang yang terdiagnosis TBC,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *