Banda Aceh|BidikIndonesia.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas E-Channel sebagai gerbang ekosistem keuangan syariah guna menjangkau kebutuhan masyarakat di seluruh kalangan termasuk generasi muda.
Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, selain dari sisi nilainya, jumlah nasabah yang berpotensi digarap dan jadi target Islamic economy global mencapai 2 miliar orang. Sementara itu, populasi muslim di Indonesia tercatat sebanyak 251 juta atau 87 persen dari total populasi Indonesia, di mana 69 persen di antaranya berada di usia produktif dan masih ada potensi halal untuk menggarap agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah halal ekosistem di negeri sendiri.
Data tersebut menjadi salah satu tantangan bagi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk mendongkrak jumlah penetrasi keuangan syariah yang mana saat ini jumlah basis nasabah BSI mencapai 24,3 juta. BSI terus mengembangkan layanan secara digital guna menjangkau kebutuhan masyarakat seluruh kalangan.
SEVP Digital Banking BSI M. Misbahul Munir mengatakan “Fenomena menarik bahwa saat ini anak-anak muda sudah mulai mengenal dan memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan value. Terlebih saat ini didukung perkembangan ekonomi digital yang pesat, Kami terus bertransformasi mengembangkan berbagai layanan secara digital untuk menjangkau kebutuhan nasabah individu maupun korporasi.
Untuk menyasar segmen ritel, Saat ini layanan digital BSI lengkap dan mencakup berbagai aspek layanan di antaranya pengajuan pembiayaan, kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, pembiayaan multiguna, otomotif, hingga pembiayaan perumahan. Sementara itu, melalui izin sebagai bank bullion/bank emas, BSI dapat menyediakan layanan emas secara lebih luas, mulai dari membeli, menjual, hingga melakukan transfer emas.
Ekspansi layanan digital juga melengkapi layanan fisik BSI yang saat ini ada di lebih dari 1000 kantor cabang. Saat ini BSI juga menjangkau 130 ribu layanan BSI Agen, QRIS, EDC, BEWIZE dan juga 10 juta pengguna mobile banking.
“Kami juga merambah layanan lintas negara melalui QRIS Border seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan China hingga Arab Saudi untuk melayani masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah haji dan umrah,” katanya.
Langkah tersebut memperkuat transformasi digital melalui pengembangan e-channel sebagai gerbang utama (gateway) ke ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dan meningkatkan akses layanan perbankan modern sekaligus memperluas penetrasi pasar, khususnya di segmen generasi muda yang semakin mengandalkan kanal digital dalam aktivitas finansial sehari-hari.
Seiring perubahan perilaku masyarakat menuju layanan digital, BSI melihat generasi muda sebagai pendorong utama pertumbuhan industri keuangan syariah di masa depan. Karena itu, BSI tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital yang mudah dan cepat, tetapi juga membangun pengalaman perbankan yang relevan dengan gaya hidup, kebutuhan, dan aspirasi generasi muda yang beragam salah satunya lifestyle dan layanan sosial seperti donasi dan ZISWAF.
Munir menambahkan, Saat ini melalui BYOND by BSI, nasabah dapat mengakses berbagai layanan mulai dari pembukaan rekening, transfer, investasi, pembayaran, hingga layanan ZISWAF.
“Ke depan, e-channel tidak lagi sekadar sarana transaksi, tetapi menjadi gerbang utama yang menghubungkan nasabah dengan berbagai kebutuhan finansial dan gaya hidup halal. Pendekatan ini kami lakukan untuk membangun engagement yang lebih kuat dengan generasi muda sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

