Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh menyebutkan realisasi distribusi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga saat ini mencapai 9.000 ton dari target 23.329 ton tahun 2026.
“Insya Allah target ini akan tercapai, karena saat ini kita sedang masifkan distribusi SPHP ke mitra-mitra Bulog yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk stabilisasi harga beras menyusul masuknya musim tanam,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh Budi Sultika, di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan pada saat memasuki musim tanam, harga gabah mengalami kenaikan yang ikut berdampak terhadap harga jual beras di pasaran. Kenaikan harga beras ikut dipicu akibat kenaikan harga gabah yang saat ini mencapai Rp8.100 per kilogram.
“Pihaknya tidak mempermasalahkan harga gabah tinggi, karena nilai tambahnya langsung dinikmati oleh masyarakat. Antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga beras yang kita pastikan SPHP tersedia dengan cukup di pasaran,” katanya.
Menurut dia, stabilisasi harga pangan tersebut dilakukan melalui distribusi SPHP lewat Rumah Pangan Kita (RPK), pedagang beras yang menjadi mitra, pasar dan gerakan pangan murah.
“Mudahnya masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau juga menjadi bagian untuk menekan laju inflasi Aceh baik secara tahunan maupun bulanan,” katanya.
Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena stok yang tersedia sangat cukup dan Bulog Aceh akan terus memasok beras SPHP ke seluruh pasar sehingga masyarakat dapat dengan mudah membeli beras.
