Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian setempat memasifkan distribusi air ke sawah-sawah warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang melanda kabupaten itu.
“Pemkab Aceh Besar bersama dengan seluruh pihak termasuk di dalamnya Balai Wilayah Sungai Sumatera I terus melalukan distribusi air ke sawah warga sebagai antisipasi gagal panen,” kata Plt Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar di Lambaro, Jumat.
Ia menjelaskan distribusi air tersebut ada yang dilakukan dengan menggunakan mesin pompa yang dipinjam pakai oleh BWS I Sumatera, BPBD Aceh Besar, Dinas PUPR Aceh Besar dan Dinas Pertanian dan juga mengoptimalkan distribusi air lewat jaringan irigasi.
“Distribusi air yang kita gunakan baik melalui jaringan irigasi maupun pompanisasi adalah daerah-daerah yang dekat dengan sumber air,” katanya.
Ia mengatakan fokus penanganan distribusi air yang dilakukan oleh Pemkab Aceh Besar mencakup lahan dalam fase primordial maupun masa pertumbuhan sebagai bagian antisipasi gagal panen.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berikhtiar untuk tetap hadir dan memberikan penanganan semaksimal mungkin bagi para petani yang membutuhkan,” katanya.
Ia menyebutkan total luas tanam pada musim gadu mencapai 7.006 hektare dengan lahan terdampak kekeringan mencapai 2.512 hektare yang tersebar di 23 kecamatan.
Lebih rinci ia menyebutkan areal sawah kekeringan ringan seluas 1.108 hektare, sedang 659,8 hektare, berat 389 hektare dan puso 355 hektare.
“Kami terus berupaya maksimal agar lahan pertanian yang terdampak kekeringan dapat segera tersuplai air, sehingga tanaman padi milik warga dapat terselamatkan dari risiko gagal panen,” katanya.
