Ia menegaskan bahwa pencapaian itu didorong oleh penguatan pengungkapan Perseroan terhadap kebijakan penyaluran pembiayaan yang mendukung keberlanjutan.
Hingga triwulan III 2025, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,6 triliun. Angka ini setara dengan 24,33 persen dari total portofolio pembiayaan BSI, yang mencerminkan komitmen kuat bank terhadap ekonomi hijau, sosial, dan UMKM.
Bob memandang peningkatan skor ESG menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mendorong penyaluran pembiayaan yang mendukung keberlanjutan.
Dirinya menambahkan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan investor global. Oleh karena itu, BSI secara proaktif mengungkapkan data kinerja keberlanjutannya melalui landing page khusus ESG di situs resmi perusahaan, memudahkan investor dan pemangku kepentingan memantau jejak karbon dan dampak sosial lingkungan perseroan.
Dengan skor terbaru ini, posisi BSI semakin solid melalui pencapaian kinerja Bloomberg ESG Score dengan peringkat satu global untuk kategori Bank Syariah (Islamic Bank).
“Prestasi ini membuktikan bahwa perbankan syariah Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu menjadi pemimpin (market leader) dalam isu-isu keberlanjutan di level internasional yang sejalan dengan standar global,” ujar Bob.
BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan hijau dan menjaga tata kelola perusahaan yang baik (GCG) guna mendukung target pemerintah dalam mencapai emisi nol karbon (net zero emission), sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh nasabah dan investor.







