BKKBN Aceh tingkatkan layanan KB serentak di Nagan Raya, ini tujuannya

Nagan Raya|BidikIndonesia.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh meningkatkan pemberian layanan KB serentak bagi masyarakat setempat, yang akan berlangsung hingga 28 Mei 2026, bertepatan dengan momentum HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.

“Kami mengedukasi ibu-ibu untuk memakai metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP, karena jangka waktunya lebih panjang sekali pasang bisa untuk tiga sampai 10 tahun,” kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh Safrina Salim di Nagan Raya, Selasa.

Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan di Puskesmas Simpang Jaya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, BKKBN mengapresiasi antusiasme masyarakat dan kesigapan para bidan yang telah dilatih pelayanan kontrasepsi.

Para tenaga medis tersebut aktif merekrut akseptor baru dan memberikan edukasi mendalam bagi masyarakat.

Salah satu poin utama dalam sosialisasi ini, kata Safrina Salim, yaitu mengedukasi ibu-ibu untuk beralih dari metode kontrasepsi jangka pendek (seperti pil atau suntik) ke Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti Implan dan IUD.

Bacaan Lainnya

Hal ini dinilai lebih efektif bagi masyarakat dalam mengatur jarak kelahiran dan menjaga kenyamanan keluarga, terutama bagi pasangan yang sudah berusia di atas 35 tahun dan tidak berencana menambah anak.

Tidak hanya menyasar kaum perempuan, Kemendukbangga/BKKBN Aceh juga menekankan pentingnya peran pria dalam kesuksesan program keluarga berencana. Masyarakat diajak untuk memahami konsep kesetaraan gender dalam urusan kontrasepsi.

“Bapak-bapak juga harus mendukung program KB, baik melalui penggunaan kondom maupun vasektomi,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan dari suami dianggap krusial agar beban pengaturan kelahiran tidak hanya bertumpu pada istri.

Ia mengatakan, program ini juga menjadi upaya untuk menjaga angka Total Fertility Rate (TFR) di Aceh.

Saat ini, rata-rata anak per keluarga di Aceh berada di angka 2,23, yang berarti setiap keluarga rata-rata memiliki dua hingga tiga orang anak. Angka ini tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Aceh dalam merencanakan keluarga sudah cukup baik namun tetap perlu dikawal melalui pelayanan yang prima.

Safrina Salim berharap pelayanan KB serentak ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di seluruh pelosok Aceh guna mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera dan terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *