Bea Cukai luncurkan buku digital komoditas ekspor impor Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh meluncur buku dan infografis digital berisi data komoditas ekspor dan impor dari provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Rizki Baidillah di Banda Aceh, Senin, mengatakan buku dan infografis digital tersebut untuk memperkuat literasi komoditas ekspor impor unggulan dari Provinsi Aceh.

“Peluncuran buku dan infografis digital ini sebagai upaya mendorong transparansi tata kelola data pemerintah serta menyediakan rujukan ekonomi regional yang andal bagi pelaku usaha ekspor impor,” katanya.

Menurut dia, penyediaan data tersebut sebagai bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan informasi kepabeanan yang akurat, bersih, dan mudah diakses oleh pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat luas.

“Kami terus berupaya menyajikan data yang memenuhi kriteria siap pakai agar dapat menjadi sumber literasi publik yang transparan dan mudah dipahami,” kata Rizki Baidillah.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan masyarakat berhak mengetahui secara jelas komoditas yang menjadi potensi ekspor dan impor di Provinsi Aceh. Dengan adanya informasi komoditas unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekspor impor yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu, instrumen data ini kami hadirkan sebagai alat bantu untuk melihat kondisi riil perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan fiskal yang tepat sasaran,” kata Rizki Baidillah.

Berdasarkan data tersebut, aktivitas perdagangan luar negeri Aceh sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Sektor energi dan pertambangan menjadi penyumbang utama devisa ekspor dengan kontribusi mencapai 66,98 persen.

Sementara itu pada sektor impor, komoditas strategis didominasi propana dan butana sebesar 92,12 persen. Angka tersebut memperkuat posisi Aceh sebagai pusat distribusi energi bagi pemenuhan kebutuhan regional Sumatera bagian utara.

Selain menyajikan data statistik dalam bentuk buku digital (e-book), Bea Cukai Aceh juga mengemas informasi tersebut dalam bentuk infografis komoditas yang lebih interaktif dan komunikatif.

Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memahami data tanpa harus melalui proses birokrasi yang rumit.

Buku Komoditas Ekspor dan Impor Aceh beserta infografis komoditas kini dapat diakses secara terbuka oleh instansi mitra, pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum melalui laman resmi PPID Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh

“Melalui penyajian data transparan dan akurat, Bea Cukai Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat langkah menuju predikat zona integritas wilayah birokrasi bersih melayani pada 2026,” kata Rizki Baidillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *