Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Anggota DPR RI TA Khalid mendorong pemanfaatan kawasan Taman Wisata Alam dan Tugu KM Nol di Kota Sabang, Provinsi Aceh, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta penerimaan negara.
“Kami terus mendorong pemanfaatan aset pemerintah secara produktif, sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara,” kata TA Khalid di Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan TA Khalid yang juga anggota Komisi IV DPR RI usia menghadiri penandatanganan kerja sama pengelolaan bersama Taman Wisata Alam Tugu KM Nol di Kota Sabang.
Kerja sama tersebut antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), dan Pemerintah Kota Sabang.
Menurut TA Khalid, kawasan Tugu KM Nol bukan sekadar penanda geografis ujung barat Indonesia, tetapi juga simbol persatuan nasional yang mempresentasikan rentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Kawasan Tugu KM Nol, kata dia, juga memiliki nilai strategis, historis, ekonomi, yang penting bagi masyarakat. Karena itu, pengembangan kawasan tersebut juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendukung aktivitas usaha masyarakat.
“Pengelolaan kawasan Tugu KM Nol memerlukan sinergi antarlembaga agar pengembangannya berjalan ke berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” kata TA Khalid.
Menurut dia, kolaborasi BKSDA Aceh, BPKS, dan Pemerintah Kota Sabang menjadi kunci Taman Wisata Alam Tugu KM Nol dapat berkembang sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tetap menjaga keseimbangan ekologis.
TA Khalid menyebutkan pengembangan kawasan Tugu KM Nol masuk dalam rencana strategis BPKS 2025-2029. Rencana tersebut menjadi Tugu KM Nol sebagai kawasan pengembangan prioritas pariwisata dan ekonomi.
Ia menyebutkan pengembangan kawasan Tugu KM Nol sejalan dengan program Presiden RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan sektor pariwisata nasional, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama pengelolaan bersama tersebut mewujudkan tata kelola kawasan pariwisata yang tertib dan berkelanjutan. Kerja sama ini juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian memajukan Kota Sabang serta Indonesia,” kata TA Khalid.







