Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperkuat sumber daya manusia penyuluh dan petani kopi lewat dukungan yang diberikan Pemerintah Pusat guna meningkatkan produktivitas serta nilai tambah komoditas kopi Gayo.
“Peningkatan SDM penyuluh dan petani kopi tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Pusat tindaklanjut dari dirinya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono beberapa hari sebelumnya di Jakarta,” kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dirinya menyampaikan kebutuhan daerah terhadap penguatan kapasitas penyuluh dan petani, khususnya dalam meningkatkan produktivitas serta nilai tambah komoditas kopi Gayo.
“Alhamdulillah, Menlu Sugiono kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Pertanian untuk ditindaklanjuti melalui kementerian dan lembaga teknis terkait,” katanya.
Ia mengatakan respons pemerintah pusat tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah, Obat dan Aromatik (BPSITROA), Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, serta jajaran Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Aceh Tengah.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPSITROA Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M.Si., Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus, SP, M.Si., petani sekaligus eksportir kopi Gayo Armiyadi, serta ahli pertanian Sukamto, SP, MP.
Menurut dia, pelatihan selama tiga hari tersebut mengusung penguatan kolaborasi penyuluh dan petani melalui kebun model sistem tanam pagar yang ramah lingkungan, berbasis kearifan lokal, serta memberikan nilai tambah produksi kopi.
“Kami menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah pusat yang telah menindaklanjuti kebutuhan Aceh Tengah melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani,” katanya.
Menurut dia, dukungan tersebut harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan. Penyuluh pertanian diminta tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi hadir langsung mendampingi petani dan ikut memastikan penerapan ilmu pengetahuan di kebun.
“Penyuluh harus menjadi pelaku dan contoh, harus memberikan edukasi di lokasi”, ujar Haili Yoga.
Ia juga menegaskan, peningkatan produksi kopi harus dilakukan berdasarkan pengetahuan dan pendampingan yang terukur. Karena setiap penyuluh diharapkan memiliki kebun binaan yang dapat menjadi lokasi praktik sekaligus sumber pembelajaran bagi petani.
Bupati juga meminta setiap kegiatan penyuluhan memiliki indikator yang jelas, mulai dari lokasi kebun, luas lahan, ketinggian
Haili Yoga mengatakan peningkatan produktivitas kopi tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Petani membutuhkan pengetahuan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, pengelolaan tanah, pemilihan tanaman yang sesuai, serta pemanfaatan ruang kebun secara optimal.
Karena itu, penyuluh diminta menjadi penghubung utama antara ilmu pengetahuan yang dimiliki lembaga teknis dengan kebutuhan petani di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan lembaga teknis terkait dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan kapasitas penyuluh, penerapan teknologi budidaya, penguatan kebun model, serta peningkatan produktivitas kopi.

