Warga Desak Pemerintah Perbaiki Tanggul Jebol Krueng Peuto

Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Warga Desa Kumbang LT, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mendesak pemerintah agar segera memperbaiki tanggul Krueng (Sungai) Peuto yang jebol sejak dua tahun lalu. Pasalnya, aliran sungai tersebut selalu meluap ke pemukiman penduduk setiap hujan deras melanda.

“Jadi tanggul yang jebol dan rusak akibat banjir dua tahun lalu hingga sekarang belum diperbaiki. Makanya saat hujan deras, air sungai dengan mudah meluap ke pemukiman warga,” kata salah seorang warga, Ridwan.

Ridwan menambahkan luapan sungai Krueng Peuto mulai merendam pemukiman penduduk sejak Ahad, 10 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, ketinggian air yang sebelumnya sempat mencapai 50 sentimeter, kini sudah mulai surut.

“Air sudah mulai surut, mudah-mudahan tidak hujan lagi, karena khawatir akan terjadi banjir susulan,” ujar mantan Keuchik Gampong Kumbang LT tersebut.

Ia menyebutkan selama tahun 2026, kawasan Kumbang LT sudah dua kali terendam banjir. Sebelumnya bahkan banjir merendam pemukiman tiga kali dalam setahun lantaran tanggul tidak kunjung diperbaiki.

Bacaan Lainnya

“Semoga pemerintah segera menangani permasalahan tanggul ini, kasihan masyarakat rumahnya selalu terendam banjir. Sudah dibersihkan terendam lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir mengatakan Bupati Ismail A Jalil sudah menginstruksikan agar camat terus memonitor kondisi banjir di lapangan serta melaporkan setiap perkembangan.

Muntasir mengatakan penyebab banjir kali ini akibat curah hujan tinggi di pegunungan Bener Meriah dan Aceh Utara. Selain itu, air meluap ke pemukiman penduduk juga disebabkan karena tanggul Krueng Peuto yang jebol akibat banjir besar pada November 2025 lalu tak kunjung selesai diperbaiki.

Sungai yang dangkal akibat endapan lumpur sisa banjir tahun lalu turut menjadi faktor banjir pada Ahad kemarin.

Muntasir mengaku Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengusulkan normalisasi sejumlah sungai dan muara ke pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Namun, permintaan itu belum mendapat respons positif sehingga banjir kembali terjadi berulang kali di Aceh Utara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *