Wali Nanggroe: Aceh Bisa Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menekankan pentingnya memperdalam kerja sama dengan Jepang, terutama dalam bidang mitigasi bencana dan pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

“Jepang adalah negara maju dalam mitigasi bencana. Kita bisa banyak belajar dari mereka, karena Aceh juga merupakan daerah rawan gempa. Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan perlu lebih diperluas,” ujar Malik Mahmud.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membicarakan sejarah hubungan Aceh–Jepang sekaligus peluang kerja sama di berbagai sektor. Malik Mahmud mengatakan saat ini sejumlah pelajar Aceh menempuh pendidikan di Jepang melalui jalur Pemerintah Indonesia.

Ke depan, ia berharap lebih banyak generasi muda Aceh dapat belajar di Jepang, khususnya dalam bidang teknologi dan sains. Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang Furugori Toru menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Wali Nanggroe.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku sangat terkesan dengan Aceh, terutama setelah menghadiri peringatan 20 tahun perdamaian Aceh pekan lalu. “Ini adalah kunjungan kedua saya ke Aceh. Saya telah banyak belajar tentang sejarah Aceh dan hubungan Aceh dengan Jepang,” ucapnya.

Pemerintah Jepang, kata Furugori, sejak lama mendukung Aceh, baik dalam pemulihan pascatsunami maupun proses perdamaian. Kini saya melihat Aceh aman dan masyarakat hidup dalam suasana damai. “Hal itu sangat menggembirakan,” katanya.

Furugori menegaskan, Jepang ingin memperkuat hubungan dengan Aceh di masa mendatang. “Saya sangat tertarik dengan Aceh dan berharap kerja sama kita dapat semakin intensif,” ujarnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *