Truk Overload Patahkan Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang, Jalur Banda Aceh–Medan Lumpuh

Truk Overload Patahkan Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang, Jalur Banda Aceh–Medan Lumpuh

Bireuen|BidikIndonesia.com –  Insiden patahnya lantai jembatan bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireun, Rabu (14/1/2026), menjadi perhatian serius masyarakat dan pihak berwenang.

Peristiwa ini terjadi akibat adanya truk bermuatan lebih dari 30 ton atau overload yang melintas, padahal kapasitas maksimal jembatan hanya 30 ton.

Akibatnya, dua lantai jembatan patah dan jalur Banda Aceh–Medan terpaksa ditutup sementara.

Sejak pukul 09.00 WIB, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif melalui jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup.

Penutupan ini menimbulkan kemacetan panjang, bahkan sepeda motor pun dilarang melintas karena proses perbaikan sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya

Sejumlah kendaraan terpaksa berbalik arah menuju Peusangan untuk mencari jalur lain.

Menurut informasi, dentuman keras terdengar saat beberapa truk melintas di jembatan tersebut.

Warga bersama pihak PT Adhi Karya dan anggota TNI segera memeriksa kondisi jembatan dan mendapati dua papan besi plat beton lantai patah.

Kondisi ini dinilai sangat berbahaya sehingga perbaikan harus segera dilakukan.

Petugas dari PT Adhi Karya, Zeni Kodam Iskandar Muda (Zidam), serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung turun ke lokasi.

Mereka bekerja sama mengganti lantai jembatan yang rusak.

Anggota TNI bahkan turun ke bagian bawah jembatan, sementara petugas lain menarik lantai secara manual menggunakan tali agar bisa diganti dengan yang baru.

Proses ini membutuhkan waktu cukup lama sehingga arus lalu lintas tetap terganggu.

Iskandar dari PT Adhi Karya menjelaskan bahwa sejak awal sudah ada pengumuman tertulis mengenai batasan tinggi maksimum kendaraan 4 meter dan berat maksimum 30 ton.

Namun, kenyataannya masih ada truk yang melintas dengan muatan overload dan overdimensi.

“Apabila jembatan bailey ini terus dibuka seperti ini maka tidak akan bertahan lama karena kapasitasnya hanya 30 ton,” tegasnya.

Ia menambahkan, jembatan bailey ini merupakan jalur vital yang digunakan sementara hingga pembangunan jembatan baru selesai.

Oleh karena itu, kesadaran pengemudi dan pengusaha truk sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan jembatan.

“Lantai yang patah kita segera lakukan perbaikan secepat mungkin, tetapi saya imbau kembali tolong kesadaran para sopir truk angkutan agar muatan disesuaikan dengan syarat yang sudah ditetapkan,” harap Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *