Tari Keumawe, Pesona Sabang di Panggung Internasional

Sabang|BidikIndonesia.com – Setelah sukses mengenalkan Tari Lawang yang sempat mencuri perhatian penikmat seni, koreografer muda asal Sabang, Muhammad Deni Gunawan, kembali menelurkan karya baru berjudul Tari Keumawe.

Tarian ini terinspirasi dari aktivitas memancing yang menjadi kebiasaan masyarakat pesisir Sabang dan dikemas dalam bentuk pertunjukan seni yang sarat pesan pelestarian alam.

Saat dihubungi RRI Deni menerangkan, Tarian ini dipentaskan perdana di luar Sabang malam tadi, pada ajang Gelar Melayu Serumpun (GEMES) Internasional 2025 yang berlangsung pada 21-24 Mei 2025 di Sumatra Utara.

Acara tahunan ini menjadi panggung strategis bagi pelaku seni budaya Melayu dari berbagai daerah dan negara untuk menunjukkan eksistensi dan keunikan budayanya masing-masing.

“Tari Keumawe lahir dari perenungannya terhadap potensi besar yang dimiliki Sabang, khususnya kekayaan hutan dan laut.

Bacaan Lainnya

Ini bukan hanya soal tari, tetapi tentang bagaimana seni menjadi cara kita menjaga dan merayakan kekayaan alam yang diwariskan,” tegas Deni.

Selama empat hari pelaksanaan GEMES, kontingen Sabang akan tampil membawa 17 personel dari sanggar tari yang dipimpin Deni.

Mereka juga didampingi sejumlah staf dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan.

Tari Keumawe tidak hanya menyuguhkan keindahan gerak dan musik tradisional, namun juga menyiratkan nilai filosofi tentang harmoni manusia dengan alam.

Dalam setiap adegan, ditampilkan bagaimana hubungan masyarakat Sabang dengan laut yang menjadi sumber kehidupan sekaligus bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka.

“Lewat Tari Keumawe, kita ingin menyampaikan bahwa alam Sabang adalah warisan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Bukan hanya untuk hari ini tapi untuk generasi mendatang,” ujarnya lagi.

Pertunjukan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Sabang sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang layak diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

Pihaknya juga mencoba melebarkan sayap seni asal Kota Sabang, ke seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *