Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyatakan program mengaji kitab di sekolah “Beut Kitab Bak Sikula” merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk membangun fondasi akhlak generasi masa depan.
“Program ini adalah salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Kami meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak dan pemahaman agama generasi mudanya,” kata Muharram di Aceh Besar, Jumat.
Ia menjelaskan gagasan menghadirkan pembelajaran kitab di lingkungan sekolah telah lama menjadi cita-cita dirinya bersama Wakil Bupati Syukri A Jalil, bahkan sebelum keduanya dipercayakan untuk memimpin Aceh Besar.
“Kami mewacanakan program ini jauh sebelum menjadi bupati dan wakil bupati. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, hari ini program tersebut dapat diwujudkan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Menurut bupati yang akrab disapa Syech Muharram, kolaborasi antara pendidikan formal dan pendidikan dayah merupakan langkah strategis dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
“Selama ini mungkin tidak banyak yang membayangkan guru-guru dayah hadir mengajar di sekolah umum. Hari ini hal itu menjadi kenyataan. Ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik antara dunia pendidikan formal dan tradisi keilmuan dayah yang telah menjadi identitas Aceh,” katanya.
Program Beut Kitab Bak Sikula akan menjangkau sekitar 29 ribu siswa untuk jenjang SD dan SMP dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Ia menambahkan lewat program tersebut, para siswa mendapatkan penguatan ilmu fardhu ain dan pemahaman dasar-dasar agama Islam secara terstruktur.
Muharram berharap seluruh peserta didik memiliki bekal keagamaan yang sama sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang kuat secara akidah, berkarakter dan berakhlak karimah, serta siap menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan.
“Kami ingin seluruh anak Aceh Besar memahami ilmu agama dengan baik. Kelak akan lahir pemimpin masa depan yang memiliki dasar agama yang kuat,” katanya di sela-sela prosesi tepung tawar “peusijuek” dan penyerahan guru Beut Kitab Bak Sikula.
Kepada para guru Beut Kitab Bak Sikula, Syech Muharram juga berpesan agar menjadi teladan di lingkungan sekolah, karena keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, melainkan juga oleh keteladanan yang ditunjukkan para pendidik.







