Pidie Jaya|BidikIndonesia.com – Ketika kendaraan tak mampu menjangkau lokasi, pekerjaan tidak ikut berhenti. Gerobak sorong pun menjadi pilihan. Personel Kodim 0102/Pidie terus bergerak melangsir material pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Desa Muka Blang dengan Desa Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (26/10/2026).
Medan dan akses yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan jembatan tersebut. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah personel di lapangan. Material tetap diupayakan sampai ke lokasi pembangunan, meski harus dipindahkan secara bertahap menggunakan gerobak sorong.
Setiap gerobak yang didorong bukan sekadar membawa material bangunan. Di dalamnya ada ikhtiar agar pembangunan tetap berjalan, akses masyarakat segera terbuka, dan harapan warga terhadap hadirnya infrastruktur yang layak tidak kembali tertunda.
Koordinator Lapangan, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan kendala di lapangan merupakan bagian dari dinamika pekerjaan. Menurutnya, setiap hambatan harus dihadapi dengan mencari solusi, bukan menjadi alasan untuk menghentikan pekerjaan.
“Meskipun akses menuju lokasi jembatan cukup sulit, material tetap kita suplai secara bertahap dengan melangsir menggunakan gerobak sorong. Kita berupaya agar proses pembangunan tetap berjalan dan tidak terhambat,” ujar Kapten Czi Putut Arianto.
Ia menegaskan, kondisi medan yang sulit justru membutuhkan kerja dan langkah nyata. Selama masih ada cara untuk membawa material menuju lokasi, pekerjaan akan terus dilakukan.
“Setiap pekerjaan pasti ada dinamikanya. Namun, itu bukan alasan untuk kita berdiam diri. Solusi harus dicari, sehingga program pemerintah dalam menyediakan akses bagi masyarakat benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Pelangsiran material secara manual dilakukan karena kondisi akses menuju titik pembangunan belum sepenuhnya memungkinkan kendaraan pengangkut material mencapai lokasi. Material kemudian dipindahkan secara bertahap hingga kebutuhan pembangunan terpenuhi.
“Material dilangsir bertahap menggunakan gerobak sorong. Ini menegaskan bahwa keterbatasan akses bukan berarti pembangunan harus berhenti. Akses masyarakat harus terkoneksi agar aktivitas warga dapat berjalan lebih mudah,” jelasnya.
Jembatan perintis tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang layak sekaligus membuka konektivitas masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Dalam pelaksanaannya, TNI AD turut membantu dan mengawasi proses pembangunan di lapangan, termasuk melihat secara langsung berbagai kebutuhan dan kendala masyarakat yang berkaitan dengan akses dasar.
Bagi warga Desa Muka Blang dan Desa Lhok Puuk, jembatan tersebut nantinya bukan sekadar konstruksi beton dan besi. Jembatan itu diharapkan menjadi penghubung menuju kehidupan yang lebih mudah—memperlancar mobilitas warga, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan dan berbagai kebutuhan lainnya.
Karena itu, setiap material yang berhasil sampai ke lokasi memiliki arti penting. Ketika akses sulit, tenaga dikerahkan. Ketika kendaraan tidak mampu menjangkau, gerobak sorong didorong. Pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena medan memberi tantangan.
Personel Kodim 0102/Pidie pun terus bergerak, memastikan pembangunan tetap berjalan. Sebab bagi masyarakat, jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi, tetapi jalan menuju kemudahan, harapan, dan hadirnya pembangunan hingga ke pelosok negeri.


