Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat kerugian sektor perikanan akibat banjir di wilayah tersebut ditaksir mencapai Rp 2,64 triliun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah menyampaikan banjir telah merendam ribuan hektare tambak ikan dan udang, termasuk tambak budi daya serta lokasi produksi garam milik masyarakat di sejumlah kecamatan terdampak.
“Kerusakan paling besar terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat mengalami kerusakan berat, kolam budi daya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budi daya tidak dapat diselamatkan,” ujar Afifullah,Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan banjir yang berlangsung cukup lama menyebabkan sebagian besar pembudidaya perikanan gagal panen. Bahkan, tidak sedikit masyarakat pesisir dan pedesaan yang kehilangan sumber penghasilan sepenuhnya karena aktivitas perikanan lumpuh total.
“Sebagian besar tambak hingga kini masih terendam sehingga masyarakat belum bisa kembali beraktivitas. Berdasarkan laporan sementara, kerugian sektor perikanan diperkirakan mencapai Rp 2,64 triliun,” katanya.
Selain kerusakan fisik, Afifullah menyebut banjir juga berdampak pada rusaknya ekosistem perairan. Air banjir yang bercampur lumpur dan limbah menurunkan kualitas air secara drastis, sehingga berpotensi memicu kematian ikan dalam jangka panjang.
“Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya yang besar untuk memulihkan tambak agar kembali dapat digunakan,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Namun ke depan, BPBD mendorong adanya perhatian dan dukungan khusus untuk pemulihan sektor perikanan.
“Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Timur. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, terutama untuk pemulihan sektor ini,” tegas Afifullah.
Banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak pada 443 gampong di 24 kecamatan. Total warga terdampak tercatat mencapai 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga.







