Sambut HUT RI, Warga terdampak banjir di Bireuen peroleh operasi katarak gratis

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Klinik Mata Bireuen melaksanakan program operasi katarak gratis bagi warga terdampak banjir dan kurang mampu sebagai bagian dari kegiatan sosial menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Klinik Mata Bireuen Zarizatun Fauza di Banda Aceh, Rabu, mengatakan program operasi katarak gratis telah dimulai sejak Juli 2026 dan akan terus berlanjut hingga September mendatang.

“Kegiatan ini sudah kami mulai dari Juli hingga September nanti. Selama tiga bulan ini kami terus melaksanakan operasi katarak, khususnya dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya

Zarizatun Fauza mengatakan program operasi katarak gratis ini merupakan kegiatan sosial pertama yang digelar sejak Klinik Mata Bireuen beroperasi pada September 2025. Program operasi katarak tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani operasi.

Menurut dia, tingginya angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Bireuen menjadi alasan klinik menginisiasi kegiatan tersebut. Terlebih, hingga saat ini Klinik Mata Bireuen belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin membantu masyarakat kurang mampu dan terdampak banjir untuk tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya operasi katarak, tanpa harus memikirkan biaya,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Pendaftar tidak hanya berasal dari Kabupaten Bireuen, tetapi juga dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kota Lhokseumawe, hingga Kabupaten Aceh Utara.

Semua calon pasien terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum ditetapkan sebagai peserta operasi.

“Selama memberikan pelayanan, kami juga menemukan berbagai kisah masyarakat yang berjuang untuk mendapatkan kembali penglihatannya. Bahkan ada pasien yang rela menabung agar bisa menjalani operasi di Klinik Mata Bireuen,” kata Zarizatun Fauza.

Selain melayani operasi katarak, kata dia, Klinik Mata Bireuen juga aktif mengdukasi kesehatan mata melalui kegiatan skrining di sejumlah klinik dan desa. Pendekatan kepada masyarakat menggunakan bahasa daerah agar pesan mengenai pentingnya kesehatan mata lebih mudah dipahami.

“Kami turun langsung ke desa-desa untuk mengedukasi dan skrining masyarakat. Pendekatannya menggunakan bahasa daerah sehingga masyarakat lebih mudah menerima informasi,” katanya.

Zarizatun berharap kegiatan sosial tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mata sejak dini. Katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat, melainkan hanya melalui tindakan operasi.

“Kami berharap masyarakat Bireuen semakin peduli terhadap kesehatan mata. Jangan menunggu sampai penglihatan hilang. Lakukan pemeriksaan sejak dini karena katarak hanya bisa ditangani melalui operasi,” kata Zarizatun Fauza.

Sementara itu, Rohani Hasan, pasien operasi katarak, mengharapkan penglihatannya dapat kembali pulih, sehingga bisa beraktivitas secara normal.

“Saya berharap setelah operasi ini, penglihatan saya kembali normal,” kata Rohani Hasan.

Rohani Hasan asal Kabupaten Bireuen merupakan pasien prioritas operasi katarak gratis karena kondisi ekonomi dan musibah banjir yang dialaminya pada akhir November 2025.

Kini, Rohani Hasan tinggal bersama anaknya di Kabupaten Aceh Besar karena rumahnya di Kabupaten Bireuen terdampak banjir bandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *