Banda Aceh|BidikIndonesia.com – RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh (RS Pemprov Aceh) telah menerima sebanyak 146 pasien rujukan yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh sejak akhir November 2025 lalu.
“Sejak bencana berlangsung, sekitar 146 pasien dari daerah terdampak telah dirujuk ke RSUDZA,” kata Juru Bicara Pemprov Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Rabu.
MTA menyampaikan, RSUDZA telah telah menyiapkan dan memberikan layanan ekstra sejak bencana sebagai pusat rujukan tertinggi di Aceh sesuai arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Dirinya mengatakan, pelayanan yang diberikan berupa sub spesialistik lengkap, SDM siaga 24 jam, dan didukung pelayanan penunjang seperti laboratorium, radiologi, farmasi, gizi, laundry, CSSD, pemulasaraan jenazah dan lainnya. Serta sistem utilitas (listrik, air bersih, sanitasi, gas medis) selalu tersedia.
“Menyikapi kondisi sejak bencana terjadi, manajemen RSUDZA telah mengambil langkah-langkah strategis sebagai tindakan solutif dan terpadu sebagai tindakan kesiapsiagaan penanganan korban bencana atau pasien,” ujarnya.
MTA menuturkan, sejak 29 November 2025, RSUDZA juga telah mengirim tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama tim Dinas Kesehatan Aceh ke daerah terdampak untuk memberikan pelayanan primer spesialistik bagi korban bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Adapun layanan tim RSUDZA yang diberikan adalah spesialistik emergency medik, anak, bedah, anestesi,penyakit dalam, jantung, neurologi, kulit dan kelamin, THT, pulmonologi, umum, keperawatan, dan lain-lain yang diberikan. Dan masih terus berlangsung hingga hari ini.
“RSUDZA juga menerima dan memfasilitasi rujukan ambulans udara dari wilayah yang hanya bisa dirujuk melalui udara akibat terputusnya akses darat, dengan berkoordinasi bersama Lanud SIM, Kesdam IM, KKP dan PSC (public safety center),” katanya.
Selain itu, kata MTA, saat ini juga sedang dilakukan pengembangan ruang transit IGD untuk mengatasi over crowded (kepadatan pasien), sehingga tidak terjadi penumpukan pasien seiring meningkatnya rujukan pasca pulihnya akses darat.
Tak hanya itu, RSUDZA juga telah menambah 120 bed rawat inap, dari sebelumnya sekitar 839 bed, dan setelah penambahan berjumlah 959 bed rawat inap.
“Berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur selalu berharap agar semua kita dapat terus bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini,” demikian MTA.







