Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Aceh Besar, merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Banda Aceh dan sekitarnya pada Selasa, 3 Juni 2025.
Secara umum, wilayah ini diprediksi akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan sepanjang hari.
Meskipun tidak terdapat potensi hujan yang signifikan, masyarakat tetap diimbau agar selalu waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca lokal, terutama menjelang sore hingga malam hari.
“Sejak pagi hingga malam hari, kondisi atmosfer di wilayah Banda Aceh diperkirakan akan relatif stabil dengan langit cerah hingga cerah berawan dan diselingi beberapa tutupan awan tipis,” ujar Dedi Ardana, Prakirawan BMKG dalam laporan tertulis yang diterima RRI.
Ia menegaskan bahwa meski cuaca terpantau cukup kondusif, potensi dinamika cuaca mikro tetap perlu diantisipasi, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Berdasarkan data observasi meteorologis terbaru, cuaca pada pagi hari di Banda Aceh diperkirakan akan cerah dengan suhu udara berkisar antara 29°C hingga 32°C.
Angin berembus dari arah Selatan dengan kecepatan sekitar 9 km/jam, dan tingkat kelembapan udara berada pada angka 60 persen.
Suasana pagi ini dinilai cukup nyaman untuk aktivitas luar ruangan, seperti olahraga, kegiatan pasar, atau perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah.
Memasuki siang hari, cuaca diprediksi berawan, namun dengan suhu yang cenderung lebih stabil di angka 32°C.
Arah angin mengalami perubahan menjadi dari Barat Daya dengan kecepatan meningkat menjadi 16 km/jam, sementara kelembapan relatif menurun hingga mencapai 54 persen.
Perubahan ini dapat memengaruhi kenyamanan fisik, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan.
Pada malam hari, kondisi cuaca di Banda Aceh diperkirakan tetap berawan, dengan suhu udara menurun berkisar antara 26°C hingga 27°C.
Angin bertiup lebih cepat dari arah Selatan dengan kecepatan 17 km/jam, dan kelembapan udara kembali meningkat hingga mencapai 84 persen.
Kondisi ini dapat menyebabkan udara terasa lebih lembap, yang mungkin berpengaruh pada kualitas tidur atau kenyamanan aktivitas malam hari di luar ruangan.







