Nasib Petarung Aceh di PON Bela Diri Kudus

Banda Aceh|BidikIndonesia.com  – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, sudah dimulai sejak 12 Oktober 2025 lalu. Para atlet bela diri telah unjuk kemampuan di sepuluh cabang olahraga, termasuk kontingen dari Aceh.

Namun, para petarung dari Bumi Serambi Mekkah tampaknya baru mampu menggondol satu medali emas hingga hari terakhir PON Bela Diri berlangsung, Ahad, 26 Oktober 2025. Setidaknya demikian yang terlihat pada situs resmi panitia terkait tabel perolehan medali PON Bela Diri Kudus.

Selain satu medali emas, para petarung Aceh juga berhasil menyabet tiga perak dan sembilan perunggu. Total perolehan medali hingga saat ini mencapai 13 medali.

Diketahui, kontingen Aceh memboyong 60 atlet ke multievent nasional pertama yang lahir dari kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PT Djarum dan cabor bela diri tersebut. Puluhan atlet itu dibawa untuk bertarung di masing-masing cabang bela diri, seperti wushu yang membawa empat atlet, tarung derajat delapan atlet, taekwondo tujuh atlet, sambo delapan atlet, dan pencak silat enam atlet.

Selain itu, sebanyak lima atlet shorinji kempo asal Aceh juga ikut bertarung di PON Bela Diri di Kota Kudus tersebut. Begitu pula dengan sepuluh atlet karate, empat atlet judo, dua atlet ju-jitsu, serta enam atlet gulat.

Bacaan Lainnya

Satu medali emas perdana direbut kontingen Aceh di Shorinji Kempo. Selain itu, cabang olahraga yang diperkuat oleh Anna Fiza Hayati, Faisal Hakim, Fakhrullah, Muhammad Arif Ghufran, dan Yolanda Agnesia ini juga menyumbang satu medali perunggu.

Kontingen Aceh juga berhasil merebut satu medali perak dari cabang olahraga tarung derajat, satu medali dari taekwondo, dan satu medali perak dari sambo. Khusus untuk medali perunggu disumbang dari cabang olahraga tarung derajat, yang menyumbang dua perunggu, taekwondo dua perunggu, sambo tiga perunggu, dan karate satu perunggu.

Sedangkan untuk silat, judo dan gulat nihil medali.

DKI Jakarta dan Jawa Barat Bersaing Ketat

Hingga saat ini, kontingen DKI Jakarta dan Jawa Barat bersaing ketat di puncak klasemen perolehan medali.

Total perolehan medali sementara untuk DKI Jakarta hingga Sabtu pukul 20.00 WIB, sebanyak 87 medali, meliputi 36 emas, 21 perak, dan 30 perunggu. Sedangkan Jabar juga sama 87 medali, namun untuk medali emas 34 medali, kemudian 18 perak, dan 35 perunggu. Posisi ketiga ditempati Jatim dengan koleksi 50 medali, terdiri 27 emas, 13 perak, dan 10 perunggu.

Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025 Ryan Gozali di Kudus, seperti dilansir Antara mengakui, tiga cabang olahraga yang menjadi tahap ketiga atau terakhir pada PON Bela Diri Kudus 2025 mulai dari karate, ju-jitsu, dan wushu menjadi persaingan terakhir untuk meraih gelar juara umum.

“Persaingannya cukup ketat karena melihat tabel klasemen perebutan medali, memang menarik sekali, jarak beberapa kontingen sangat rapat sehingga kesempatan menjadi juara umum masih terbuka lebar,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, membuat peta persaingan semakin ketat, khususnya di cabang olahraga wushu yang masih akan mempertandingkan beberapa nomor di hari terakhir, Ahad, 26 Oktober 2025.

Sebelumnya, pada tahap pertama yakni Ahad, 12 Oktober 2025 hingga Kamis, 16 Oktober 2025, sebanyak empat cabang olahraga dipertandingkan, yakni taekwondo, gulat, tarung derajat, dan judo. Sedangkan tahap kedua mempertandingkan pencak silat, sambo, dan shorinji kempo, pada Jumat, 17 Oktober 2025 hingga Selasa, 21 Oktober 2025.

Sementara cabang karate, wushu, dan ju-jitsu mulai dipertandingkan Kamis, 23 Oktober 2025 dan Minggu, 26 Oktober 2025 merupakan hari terakhir untuk penentuan kontingen terbanyak mendapatkan medali di cabang wushu, setelah karate dan ju-jitsu selesai dipertandingkan Sabtu, 25 Oktober 2025.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *