Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa Presiden Prabowo menyetujui tanah wakaf Blang Padang dikembalikan untuk Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
“Terhadap lahan Blang Padang itu, Bapak Presiden sudah memberikan petunjuk, beliau setuju lahan Blang Padang itu dikembalikan kepada fungsinya semula sebagai lahan wakaf dari Sultan Iskandar Muda,” kata Yusril Ihza Mahendra, di Aceh Besar.
Pernyataan itu disampaikan Menko Yusril dalam konferensi pers terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, di ruang VIP bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Terkait tanah Blang Padang ini, kata Yusril, setelah semua proses penyelesaiannya final, maka nantinya diserahkan kepada takmir Masjid Raya Baiturrahman sebagai nazir wakaf.
“Dan Pemerintah Aceh sebagai wakid, meneruskan wakaf yang dilakukan oleh Sultan Iskandar Muda 400 tahun yang lalu itu. Tapi ini prosesnya sedang diselesaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu proses penyelesaian adalah dilakukan pengukuran ulang atas lahan Blang Padang tersebut. Kemudian, harus adanya penetapan dari Mahkamah Syar’iyah Aceh mengenai status tanah wakafnya.
Lalu, adanya pencabutan dari surat keputusan Menteri Keuangan mengenai status lahan Blang Padang yang sekarang ini merupakan barang milik negara yang pengelolaannya pada Kementerian Pertahanan, cq Kodam Iskandar Muda sebagai tanah hak pakai.
“Nah, kalau semuanya sudah dikembalikan, tentu kembali statusnya menjadi tanah wakaf ya,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Yusril, pemerintah juga sudah sepakat untuk memberikan lahan yang baru untuk Kementerian Pertahanan melalui dana APBN sebagai pengganti tanah Blang Padang tersebut.
“Jadi supaya masyarakat Aceh pahami bahwa kami tidak diam. Kami bekerja untuk menyelesaikan persoalan ini, tapi mohon sabar karena ini perlu waktu. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama persoalan Blang Padang bisa selesai,” demikian Yusril Ihza Mahendra.


