Menag: UIN Ar-Raniry harus jadi pusat peradaban Islam modern

Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh harus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peradaban Islam modern.

“UIN memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan perguruan tinggi umum. Selain menjalankan fungsi akademik, UIN juga memiliki peran sebagai institusi dakwah,” kata
Nasaruddin di sela-sela memberikan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa.

Nasaruddin menjelaskan  Aceh memiliki modal historis dan geografis yang kuat  untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peradaban Islam di masa depan.

Ia menilai estafet pengembangan ilmu dan peradaban Islam tidak selamanya harus berpusat di Timur Tengah. Indonesia, khususnya Aceh, dinilai memiliki posisi strategis untuk mengambil peran tersebut.

“Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat yang paling strategis adalah di Aceh,” kata Nasaruddin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, posisi Aceh yang berada di kawasan Asia Tenggara dan berdekatan dengan Malaysia serta Brunei Darussalam menjadi salah satu modal strategis.

Ia juga menekankan bahwa lulusan UIN tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, Nasaruddin meminta sivitas akademika UIN Ar-Raniry tidak tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan metodologi akademik serta berani melahirkan temuan dan pendekatan baru.

“UIN tidak boleh ketinggalan zaman dalam metodologi. Beranilah membuat temuan-temuan baru,” ujarnya.

Nasaruddin juga mengingatkan sivitas akademika UIN Ar-Raniry untuk tidak menjadikan Al Quran hanya sebagai sumber keagamaan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia menilai perkembangan sains dan teknologi membuka semakin banyak ruang untuk mengkaji kandungan Al Quran secara akademis.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengajak mahasiswa dan sivitas akademika UIN Ar-Raniry tidak ragu mendalami Al Quran dengan pendekatan ilmiah.

Nasaruddin turut mengapresiasi perkembangan UIN Ar-Raniry. Kampus tersebut sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang mendapat perhatian besar dari Kementerian Agama.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman menyampaikan terima kasih atas amanah memimpin UIN Ar-Raniry untuk periode 2026–2030.

Ia menegaskan UIN Ar-Raniry siap menyelaraskan tata kelola kampus dengan program pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *