Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Tanggap Darurat

Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Tanggap Darurat

Aceh Tengah|BidikIndonesia.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperpanjang status Tanggap Darurat selama tujuh hari ke depan menyusul masih terisolirnya delapan desa akibat longsor dan jembatan putus di dua kecamatan.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mengatakan dari total 295 desa yang tersebar di 14 kecamatan, hingga saat ini masih terdapat delapan desa yang belum dapat diakses. Delapan desa tersebut berada di Kecamatan Linge sebanyak lima desa dan Kecamatan Ketol tiga desa.

“Penyebab utama keterisolasian desa-desa ini adalah longsor badan jalan dan jembatan yang putus. Akses tersebut belum bisa dilewati, bahkan dengan kendaraan roda dua,” kata Haili Yoga saat ditanyai wartawan di sela kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti ke Aceh Tengah Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, akibat kondisi tersebut, distribusi bantuan kepada masyarakat masih dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter. Menurutnya, keterbatasan akses darat membuat kebutuhan dasar warga belum dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah masih memperpanjang status daerah kita sebagai Tanggap Darurat. Mudah-mudahan dalam tujuh hari ke depan sudah selesai dan status ini bisa kita akhiri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Haili Yoga mengungkapkan kendala utama penanganan berada di Kecamatan Ketol, di mana jembatan yang rusak memiliki hamparan sungai sekitar 300 meter sehingga tidak mampu ditangani oleh pemerintah kabupaten. Penanganan jembatan tersebut memerlukan dukungan pemerintah pusat.

“Saat ini proses penanganan sudah berjalan dengan melibatkan TNI dan Polri. Sementara di wilayah Linge juga terdapat jembatan putus yang masih bisa dilalui roda dua secara terbatas, namun kebutuhan masyarakat tetap sangat terbatas,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi desa-desa terisolir tersebut agar akses transportasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat segera normal kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *