Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Banda Aceh mengeluarkan lima siswa yang diduga terlibat aksi perundungan berupa tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap pelajar lain di sekolah tersebut.
“Berdasarkan hasil verifikasi faktual kami, terdapat lima siswa yang terbukti terlibat secara aktif. Sekolah telah mengambil tindakan berupa pengeluaran dari sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Muzakkir, di Banda Aceh.
Kasus perundungan itu sendiri viral setelah orang tua korban memberikan informasi dugaan kekerasan yang dialami anaknya melalui akun media sosialnya.
Lewat akun tersebut disampaikannya bahwa anaknya mendapat tindakan penganiayaan oleh enam kakak kelasnya di SMAN 3 Banda Aceh sampai babak belur.
Perkara penganiayaan terhadap pelajar tersebut juga sudah dilaporkan ke Polresta Banda Aceh dan sedang dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum.
Selain lima yang sudah dikeluarkan, kata Muzakkir, terdapat satu siswa lain. Tetapi, berdasarkan verifikasi awal pihak sekolah, belum ditemukan bukti kuat keterlibatannya.
“Sekolah masih melakukan pendalaman dan klarifikasi lebih lanjut. Apabila berdasarkan hasil pendalaman terbukti adanya keterlibatan aktif, sekolah akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, terhadap siswa yang menjadi korban, sekolah bakal memberikan pendampingan untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dalam kesempatan ini, Muzakkir meminta kepada seluruh pihak, khususnya keluarga korban, agar tidak menyebarluaskan foto, video, identitas, maupun informasi pribadi yang berkaitan dengan korban melalui media sosial atau media lainnya.

