Aceh Selatan|BidikIndonesia.com – Krisis air melanda kawasan pertanian di Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan. Hamparan sawah yang biasanya hijau kini mulai mengering. Dari belakang Masjid Kota Fajar, Simpang Empat di belakang kantor Camat Kluet Utara, hingga ke Gampong Jambo Mayang, hampir seluruh areal persawahan kekurangan pasokan air.
Warga menilai kekeringan itu bukan semata karena faktor alam, melainkan juga akibat lemahnya pengelolaan dan pengawasan infrastruktur irigasi oleh pemerintah.
“Banyak pintu air rusak, saluran tersumbat, dan nyaris tidak pernah dibersihkan. Dinas terkait dan penjaga pintu air itu seperti makan gaji buta. Sudah lama kami keluhkan, tapi tak ada tindakan,” kata Abrar Muda, tokoh masyarakat setempat, Minggu, 2 November 2025.
Ia menilai sistem irigasi yang seharusnya menjadi urat nadi pertanian kini justru menjadi sumber masalah baru. Akibat air tidak mengalir sebagaimana mestinya, banyak petani terpaksa menunda masa tanam.
“Kalau begini terus, bukan cuma gagal tanam, tapi bisa gagal hidup petani. Pemerintah harus turun tangan cepat, bukan cuma janji,” ujanya geram.
Dihubungi terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Aceh Selatan, Rima Eved Hendedy, membenarkan bahwa wilayah irigasi (DI) Paya Dapur, DI Gunung Pudung, dan DI Beutong memang sedang mengalami kekurangan air.
“Dari hasil pantauan, debit sungai memang mengecil. Karena irigasi masih menggunakan sistem free intake, maka jika air sungai menyusut, debit yang masuk ke saluran irigasi juga berkurang,” jelas Rima.
Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Provinsi Aceh untuk mencari solusi cepat.
“Besok (Senin) kami akan sampaikan perkembangan langkah penanganannya,” ujarnya.
Rima menambahkan, dua minggu lalu tim Bappenas RI juga telah meninjau kondisi irigasi di Aceh Selatan. Dalam kunjungan itu, Pemkab mengusulkan pembangunan bendung permanen di tiga titik irigasi guna menghindari kekeringan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Saat ini kami sedang mencari solusi cepat agar pasokan air bagi petani di wilayah terdampak bisa tercukupi,” pungkasnya.***
