Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan pada tahun 2026 Provinsi Aceh mendapat program revitalisasi sekolah sebanyak 2.298 unit atau senilai Rp2,32 triliun.
“Program revitalisasi sekolah di Aceh tahun ini, kita fokuskan untuk sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh agar mereka memiliki tempat belajar yang lebih layak, aman dan nyaman,” kata Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di sela-sela meresmikan revitalisasi Satuan Pendidikan Se-Kota Banda Aceh di SLB YPPC Banda Aceh, Selasa.
Ia menyebutkan pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 730 unit sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yakni dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan total anggaran Rp713,5 miliar di Provinsi Aceh.
Kemudian pada tahun 2026 program revitalisasi diperluas dengan jumlah sekolah mulai dari jenjang PAUD sampai SLB sebanyak 2.298 unit yang tersebar di daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor khususnya.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh pada akhir November 2026 mengakibatkan sebanyak 3.120 sekolah di Tanah Rencong dari jenjang PAUD hingga SLB mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang, ringan dan berat.
“Pak Presiden memberikan perhatian serius untuk Aceh, terutama untuk satuan pendidikan di daerah bencana untuk dipercepat revitalisasinya agar pada tahun ajaran baru 2026, siswa dapat menggunakan fasilitas sekolah baru yang lebih aman, nyaman dan indah serta asri,” katanya.
Pihaknya meyakini dengan percepatan pembangunan yang dilakukan, anak-anak di sekolah terdampak bencana dapat bersekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yakni sekolah yang asri berbasis sekolah, aman, sehat dan indah.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin mengatakan Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus untuk Aceh terutama untuk program revitalisasi sekolah terdampak bencana.
“Kami sangat bahagia dan sangat terbantu dengan program revitalisasi ini, karena jika pembangunan menggunakan anggaran APBA tentu tidak akan mampu. Pak Menteri juga memberikan perhatian serius ke Aceh, salah satunya pascabencana sudah empat kali hadir ke Aceh dalam rangka meresmikan dan meninjau langsung progres revitalisasi sekolah,” katanya.
Menurut dia kehadiran Pak Menteri juga bagian untuk percepatan program revitalisasi dan mendekatkan berbagai program pembangunan di sektor pendidikan di Tanah Rencong sehingga mampu menempati posisi lebih baik secara nasional.
“Kami menyadari posisi Aceh saat ini berada di urutan yang tidak memuaskan, tapi kami berkomitmen dengan dukungan dari Pak Mendikdasmen posisi ini dapat kami tingkatkan yakni dalam urutan 15 besar,” katanya.
Ia menambahkan untuk revitalisasi sekolah di Banda Aceh tahun 2025 yang diresmikan oleh Mendikdasmen sebanyak 28 unit sekolah dengan anggaran Rp35,3 miliar. Kemudian tahun 2026 sebanyak 13 unit untuk jenjang PAUD sampai SLB dengan total anggaran Rp11,5 miliar.







