Jalankan Misi Perdamaian ke Iran, ‎PMI Banda Aceh Doakan Keselamatan Jusuf Kalla

Banda Aceh|BidikIndonesia.com –PMI Kota Banda Aceh mendoakan keselamatan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK) bersama seluruh rombongan yang kini menuju ke Teheran, Iran, untuk melakukan misi perdamaian Gaza dan Iran.

‎“Kami berdoa dan berharap agar semua delegasi diberi perlindungan dan usaha kemanusiaan ini membawa manfaat bagi rakyat Palestina dan Iran,” ujar Ketua PMI kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, Rabu (25/3/2026).

‎Sebagaimana diketahui, Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil korban konflik di Iran.

Keputusan itu mencuat usai pertemuan penting antara Jusuf Kalla dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Markas Pusat PMI, Jakarta.

‎‎Dalam pertemuan tersebut, JK menyampaikan rasa prihatin mendalam atas krisis kemanusiaan yang terjadi akibat eskalasi serangan di wilayah Iran.

Bacaan Lainnya

Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI berkomitmen menjalankan peran aktif dalam membantu sesama tanpa memandang batas politik.

Adapun Poin-poin utama dari kesiapan bantuan ini meliputi pengiriman logistik; di mana PMI menyiapkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes), obat-obatan darurat, serta tenda-tanda pengungsian yang dibutuhkan oleh warga sipil.

‎“Relawan medis PMI yang berpengalaman dalam konflik internasional juga siap diberangkatkan jika situasi di lapangan dan jalur evakuasi telah dipastikan aman,” ujar JK

Bantuan dari rakyat Indonesia

‎Dalam menjalankan misi ini, PMI berkoordinasi secara intensif dengan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak di zona terdampak.

‎‎“Tugas kemanusiaan tidak boleh mengenal hambatan politik. PMI siap memberikan dukungan apa pun yang diperlukan, terutama bagi para pengungsi dan korban luka-luka.

Kami terus berkoordinasi dengan Federasi Internasional Palang Merah (IFRC) dan otoritas setempat agar bantuan dari rakyat Indonesia bisa segera masuk,” ujarnya.

Meskipun kesiapan logistik telah mencapai 90 persen, PMI mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah penutupan sejumlah ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Saat ini, skema pengiriman melalui jalur darat dari negara tetangga Iran tengah dikaji sebagai alternatif tercepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *