- Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma menyatakan 13 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur telah dibebaskan otoritas Thailand setelah menjalani proses hukuman sejak Maret 2026, dan sedang menunggu proses pemulangan ke tanah air.
“Kita sudah memperoleh konfirmasi bahwa sebanyak 13 nelayan Aceh telah memasuki proses persiapan pemulangan ke Indonesia,” kata Sudirman Haji Uma, di Banda Aceh, Selasa.
Kepastian itu disampaikan Sudirman Haji Uma setelah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla terkait pemulangan nelayan asal Aceh Timur tersebut.
Untuk diketahui, sebelumnya sebanyak 14 nelayan Aceh ditangkap ditangkap otoritas Thailand atas dugaan penangkapan ikan ilegal di zona ekonomi eksklusif Thailand menggunakan KM Aneuk Manja pada 10 Maret 2026. Tetapi, satu orang ABK kemudian dilepaskan karena masih di bawah umur, 13 lainnya dihukum.
Bersamaan dengan mereka, juga terdapat lima nelayan Aceh Timur lainnya yang tertangkap otoritas Thailand menggunakan KM Jalur Gaza. Tetapi, perkembangan hukum terhadap lima orang ini belum diketahui kepastiannya.
Hasil konfirmasi dari KJRI Songkhla, kata Haji Uma, 13 nelayan tersebut segera dipulangkan ke Indonesia. Tetapi, untuk jadwal kepulangannya masih dalam tahap koordinasi dengan Imigrasi Phuket.
“13 nelayan ini sudah dalam proses untuk dipulangkan dan kemungkinan dalam pekan ini. Untuk tanggal pastinya masih dikoordinasikan dengan Imigrasi Phuket. Begitu sudah ada kepastian, tentu segera kita sampaikan kepada keluarga,” ujarnya.
Selain dengan KJRI Songkhla, Haji Uma juga berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh terkait dukungan proses pemulangan 13 nelayan tersebut, termasuk kebutuhan pendanaan dan penjemputan mereka nantinya.
Sejauh ini, skema yang sedang dipersiapkan untuk pemulangan 13 nelayan itu yakni, terlebih dahulu dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Selanjutnya, Pemerintah Aceh bakal membantu proses kepulangan mereka hingga kembali ke Aceh dan berkumpul bersama keluarga.
Untuk itu, Haji Uma meminta keluarga tetap bersabar sembari komunikasi dan koordinasi terus dilakukan bersama KJRI Songkhla, Pemerintah Aceh, serta pihak terkait lainnya.
“Kita berharap keluarga tetap bersabar. Mari sama-sama berkolaborasi dengan pemerintah agar proses ini berjalan dengan baik. Harapan kita semuanya dapat pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” demikian Haji Uma.

