Empat Tahun Berjalan, Proyek Bendungan Krueng Pase Belum Rampung

Aceh Utara|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia. Proyek strategis ini bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga masa depan ribuan petani dan ketahanan pangan daerah.

“Kita memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai rencana,” ujar Ayah Wa di Aceh Utara.

Ia menjelaskan, Bendungan Krueng Pase menjadi tumpuan harapan masyarakat di delapan kecamatan Aceh Utara serta sebagian wilayah Lhokseumawe yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan air untuk pertanian.

Dengan area pertanian yang mencapai sekitar 9.000 hektare, bendungan ini diyakini akan menjadi solusi utama pengelolaan air dan irigasi secara berkelanjutan.

“Kami terus mendorong dukungan penuh pemerintah pusat agar lebih serius memantau progres pembangunan. Dengan perhatian khusus, percepatan pekerjaan bisa lebih efektif dan terarah,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Proyek rehabilitasi Bendungan Krueng Pase dimulai sejak 2021 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air.

Pihak BWS bersama rekanan pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Oktober 2025. Saat ini, berbagai tahapan konstruksi masih terus berjalan dengan pengawasan ketat demi menjaga mutu pekerjaan dan memastikan penyelesaian tepat waktu.

Pemerintah daerah berharap, selesainya proyek bendungan ini akan berdampak langsung pada peningkatan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Utara secara keseluruhan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *