Sabang|BidikIndonesia.com – Puluhan dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kota Sabang, 16–18 Oktober 2026, untuk mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman bisnis pelaku usaha sekaligus memperkuat kemampuan mereka beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan persaingan pasar.
Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik FEB USK, Dr. Halimatussakdiah, mengatakan penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Melalui pendampingan tersebut, UMKM diharapkan mampu membangun usaha yang lebih tangguh secara ekonomi, inovatif, dan responsif terhadap perubahan pasar.
“Kegiatan PkM merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang rutin dilakukan setiap semester. Kami berharap pendampingan di Sabang tidak hanya berlangsung selama kegiatan, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi pelaku usaha,” ucap Dr. A. Sakir.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Sabang, M. Iqbal Sofyan, menilai keterlibatan akademisi penting untuk membantu UMKM meningkatkan kesiapan menghadapi pasar. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis, sementara kehadiran dosen diharapkan dapat memperluas pengetahuan mereka dalam mengelola usaha.
“Masyarakat Gampong di Kota Sabang memiliki antusiasme besar terhadap kegiatan UMKM sehingga perlu didukung dengan pengetahuan dan pendampingan yang sesuai kebutuhan. Semoga transfer pengetahuan dari para akademisi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan produk, memperbaiki pengelolaan bisnis, dan memperluas peluang pasar,” ujar Iqbal.
Dalam kesempatan itu, Guru Besar Bidang Pemasaran USK, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, juga menilai Sabang memiliki potensi strategis yang perlu dioptimalkan, terutama melalui sektor pariwisata. Menurut mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tersebut, pengembangan pariwisata dapat menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk mereka.
“Sinergi antara pengembangan pariwisata dan penguatan UMKM dinilai penting agar potensi ekonomi Sabang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu disertai kemampuan membaca kebutuhan konsumen, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk,” kata Guru besar Prof. Dr. Jasmani.
Program PkM tersebut melibatkan dosen dan tenaga kependidikan FEB USK serta mendapat dukungan Pemerintah Kota Sabang melalui jajaran perangkat daerah terkait.

