Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Aceh menyalurkan sebanyak 51,7 juta ekor benih udang dan ikan guna mempercepat pemulihan tambak pascabencana hidrometeorologi di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Kepala DKP Aceh Safrizal di Banda Aceh, Rabu, mengatakan Pemerintah Aceh melalui DKP terus melakukan pemulihan sektor perikanan, khusus tambak masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
“Dukungan pemulihan tidak hanya infrastruktur tambak, tetapi sarana budi daya perikanan berupa benih udang dan ikan, pakan dan peralatan lainnya. Berdasarkan data, realisasi penyaluran benih mencapai 51,7 juta ekor lebih,” katanya.
Selain benih, Safrizal mengatakan pemulihan juga meliputi bantuan pangan dan peralatan lainnya. Realisasi penyaluran pakan saat ini mencapai 344 ton lebih. Serta sebanyak 112 peralatan di antaranya kincir, pompa, genset listrik, kotak pendingin, dan terpal HDPE.
Ia menyebutkan luas tambak yang terdampak bencana terdiri 11.792 hektare rusak ringan, 10.313 hektare rusak sedang, dan 30.478 hektare rusak berat. Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan dampak terluas, mencapai 10.660 hektare.
“Berdasarkan data DKP Aceh, luas tambak terdampak bencana yang menjadi basis penanganan mencapai 30.487 hektare,” kata Safrizal.
Program rehabilitasi tambak, kata dia, didukung Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dengan mengalokasikan kegiatan dengan target 743,22 hektare pada 2026. Sedangkan program rehabilitasi melalui DKP Aceh mencapai 64 hektare
“Jadi, total target rehabilitasi tambak tahun ini mencapai 807,22 hektare. Kegiatan rehabilitasi yang dikelola DKP Aceh telah mencapai realisasi fisik mencapai 25 hektare. Pemulihan tambak ini penting karena sumber mata pencarian masyarakat,” kata Safrizal.

