Delapan Hari Terisolasi, Serule–Linge Belum Tersentuh Bantuan

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Koordinator Posko Relawan Pemuda Gayo, Satria Darmawan, mengatakan pasokan logistik ke wilayah Aceh Tengah tersendat akibat akses darat yang putus total. Pemerintah juga enggan menyediakan helikopter untuk mengangkut logistik bantuan ke daerah-daerah terpencil.

“Bahkan, dua wilayah Kecamatan Serule dan Kecamatan Linge belum menerima bantuan apa pun hingga hari ini, delapan hari setelah banjir dan longsor melanda sebagian besar wilayah Aceh,” kata Satria, Rabu, 3 Desember 2025.

Satria mengatakan saat ini bantuan menumpuk di pokso mereka, di halaman kantor Badan Reintegrasi Aceh, di daerah Stui, Banda Aceh. Dia mengatakan donasi masyarakat yang masuk melalui posko terus meningkat.

Hingga Selasa, 2 Desember 2025 malam, total donasi mencapai Rp 129 juta dan diperkirakan bertambah hari ini. Satria berharap pemerintah memberikan bantuan helikopter untuk mengangkut bantuan tersebut sebelum akses darat ke Aceh Tengah normal.

Satria juga berusaha menghubungi maskapai Susi Air untuk kebutuhan helikopter. Namun, seluruh jadwal penerbangan telah penuh. Dari Medan ke Takengon, seluruh pesawat dipakai sampai 11 Desember 2025. Hanya tersisa penerbangan pada 18 Desember. Untuk biaya pulang pergi, dari Banda Aceh ke Rembele, biaya sewa pesawat mencapai Rp 125 juta.

Bacaan Lainnya

Satria menjelaskan bahwa helikopter sebelumnya memang pernah menyalurkan bantuan di Aceh Tengah. Tetapi hanya menjangkau kawasan sekitar kota. Sementara wilayah-wilayah terpencil yang terisolasi belum tersentuh bantuan sama sekali.

“Dari amatan tim di lapangan, untuk Kecamatan Serule dan Linge memang betul belum ada bantuan yang masuk. Pengungsi mengeluh karena ada lansia dan anak-anak yang sangat membutuhkan susu. Ini sudah hari kedelapan mereka menunggu,” katanya.

Ia menambahkan, relawan terus berupaya mencari jalur distribusi alternatif sambil berharap adanya dukungan armada udara agar bantuan segera tersampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *