Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan program penyuntikan imunisasi pencegahan campak kepada tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit umum daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota se Aceh.
“Insya Allah kita laksanakan meluncurkan pelaksanaan imunisasi campak untuk tenaga kesehatan pekan depan, mungkin tanggal 21 April, di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman, di Banda Aceh, Sabtu.
Iman mengatakan, pelaksanaan imunisasi campak tenaga kesehatan maupun medis tersebut juga menyasar dokter umum dan dokter gigi yang internship (magang) di seluruh rumah sakit umum daerah.
Ia menyampaikan, program imunisasi campak tenaga kesehatan ini dilaksanakan oleh 14 provinsi di Indonesia yang memang tertinggi ditemukan kasus campak, termasuk pada orang dewasa.
14 provinsi tersebut diantaranya ada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya.
“Ada setiap bulan itu sekitar 1.000 sampai 2.000 kasus campak, terutama dari 14 provinsi tersebut, maka ada 14 provinsi ini melakukan penyuntikan imunisasi campak terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit umum daerah,” ujarnya.
Iman menjelaskan, imunisasi campak tenaga kesehatan tersebut karena dari ribuan kasus campak setiap bulannya di Indonesia, delapan persennya diderita oleh orang dewasa.
Kemudian, sudah didapatkan kasus campak pada salah seorang dokter internship di Indonesia, hingga mengakibatkan dokter tersebut meninggal dunia.
“Jadi, salah satu dasarnya itu, sehingga dilakukan imunisasi pada tenaga medis dan juga tenaga kesehatan di 14 profesi tersebut,” katanya.
Dirinya menambahkan, khusus untuk Aceh, pihaknya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit umum di kabupaten/kota se Aceh agar dapat melaksanakannya setelah diluncurkan pekan depan.
“Mudah-mudahan pelaksanaan imunisasi campak untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit umum dapat berjalan dengan baik di seluruh Aceh,” demikian Iman Murahman.







