Banda Aceh|BidikIndonesia.com- Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) serta kontraktor pelaksana proyek mulai melakukan Kick Off Meeting (KOM) atau melaksanakan proyek EPCIC pengembangan gas blok A Fase II di wilayah kerja Medco E & P Malaka, Aceh Timur.
“Dengan dimulainya proyek ini, pengembangan fasilitas produksi gas di blok A diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional,” kata Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, di Banda Aceh, Selasa.
Helmi menjelaskan, proyek EPCIC (Engineering procurement construction installation and commissioning) atau instalasi dan konstruksi pengadaan teknik gas blok A fase II ini merupakan proyek strategis nasional untuk mengembangkan fasilitas produksi gas guna mendukung keberlanjutan operasi serta peningkatan kapasitas produksi di wilayah kerja blok A.
Ia menyampaikan, ruang lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pemasangan flowline dan trunkline dari sumur menuju Central Processing Plant (CPP) beserta seluruh fasilitas pendukungnya.
“Adapun pelaksanaan pekerjaan konstruksi mencakup aspek keselamatan (safety), sipil, mekanikal, perpipaan (piping), elektrikal, dan instrumentasi yang akan dikerjakan oleh kontraktor ETI-Encona,” ujarnya.
Helmi menuturkan, pelaksanaan proyek ini memang mengutamakan aspek HSSE (health, safety, security, and environment), kualitas pekerjaan, pengendalian jadwal, serta tata kelola proyek yang baik (good project governance) agar proyek dapat diselesaikan secara aman, tepat mutu, biaya dan waktu.
Ia menjelaskan, proyek ini juga merupakan bagian dari program strategis hulu migas yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gas serta mendukung keberlanjutan operasi di wilayah blok A melalui pembangunan infrastruktur produksi andal dan berstandar tinggi.
Maka dari itu, dirinya berharap kepada seluruh pihak untuk saling berkoordinasi agar pekerjaan berjalan lancar dan dapat berkontribusi terhadap produksi migas nasional.
“Seluruh pihak yang terlibat kita harapkan mampu menjaga koordinasi serta komunikasi yang efektif selama pelaksanaan proyek guna mendukung kelancaran pekerjaan dan percepatan pencapaian target produksi migas nasional,” demikian Helmi.







