Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar menyiagakan seluruh personel di sepuluh pos dalam wilayah tersebut dalam menghadapi potensi bencana hidometeorologi.
“Berdasarkan imbauan prakiraan cuaca dari BMKG, saat ini Aceh Besar Siaga Hidrometeorologi. Fokus ancaman di Aceh Besar meliputi banjir genangan, banjir luapan Krueng Aceh & Krueng Inong, tanah longsor dan angin kencang,” kata Kalaksa BPBD Ridwan Jamil di Lambaro.
Ia menjelaskan BPBD Aceh Besar sudah menyiagakan personel selama 24 jam di 10 Pos BPBD/Damkar agar dapat bergerak secara cepat dalam melakukan penanganan bencana.
“PAra petugas juga terus melakukan patroli harian di titik rawan banjir dan longsor serta respon cepat kalau ada pohon tumbang atau genangan di perumahan seperti di Villa Buana Peukan Bada, Griya Mah Raja Lamgeumok yang kemarin sempat 60cm dan banjir luapan di Cot Leuot – Empee Bata Blang Bintang,” katanya.
Ia mengatakan dalam sinergi lintas sektor BMKG Aceh telah memasang alat hidrometeorologi di tanah desa di Ujong Bate dan bersama Dinas PUPR melakukan pengecekan tanggul sungai.
“Kegiatan yang kita lakukan tersebut merupakan bagian dari kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” katanya.
Adapun daerah-daerah rawan bencana di Aceh Besar meliputi kecamatan dengan tingkat resiko banjir tertinggi masing-masing Lhoong, Indrapuri, Blang Bintang dan Darul Imarah.
Kemudian kecamatan dengan tingkat resiko cuaca ekstrem tertinggi yaitu Seulimum, Pulau Aceh, Peukan Bada dan kecamatan dengan tingkat resiko Gempa bumi tertinggi yaitu? hampir menyeluruh serta kecamatan dengan tingkat resiko Karhutla tertinggi yaitu Saree, Selimum, Kuta Cot Glie, Blang Bintang, Baitussalam, Kuta Baro, Suka Makmur, Darul Imarah, Lhoknga.
Selanjutnya kecamatan dengan tingkat resiko kekeringan tertinggi yaitu hampir seluruh kecamatan, kecamatan dengan tingkat resiko Tsunami tertinggi yaitu Pulo Aceh, Lhoknga, Peukan Bada, Baitussalam dan kecamatan dengan tingkat resiko Longsor tertinggi yaitu Leupung dan Lhoong
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat di Aceh Besar untuk menggalakkan gotong royong guna membersihkan selokan, gorong-gorong, dan drainase lingkungan serta memangkas ranting dan dahan pohon tua yang sudah lapuk sehingga tumbang saat angin kencang.
Kemudian warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan pesisir untuk memantau debit air saat hujan deras dalam antisipasi terjadinya bencana banjir.
Pihaknya meyakini peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana akan mampu meminimalisasi korban jiwa akibat bencana.

