BKKBN Aceh perkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi di Sabang

Banda Aceh|BidikIndonesia.com –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh memperkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi guna memastikan ketersediaan stok dan pelayanan keluarga berencana di Kota Sabang tetap lancar.

Tim Kerja Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Aceh Roslindawati di Sabang, mengatakan penguatan tersebut berlangsung dalam diskusi partisipatif ikuti unsur puskesmas, kalangan bidang, klinik swasta, dan Dinas Kesehatan Kota Sabang.

“Penguatan ini untuk memastikan tata kelola alat dan obat kontrasepsi berjalan baik serta ketersediaannya tetap ada dalam mendukung program keluarga berencana,” katanya.

Roslindawati menekankan pentingnya pengelolaan serta penyimpanan alat dan obat kontrasepsi dilakukan dalam satu pintu di instalasi farmasi. Tujuannya agar pemantauan dan pengawasan serta pencatatan alat dan obat kontrasepsi dapat dilakukan dengan baik.

“Setiap penerimaan dan pengeluaran alat dan obat kontrasepsi wajib dicatat lengkap dan saldo administrasi harus sesuai fisik. Tujuannya, untuk memastikan persediaan tetap terjaga serta masa kedaluwarsa alat dan obat kontrasepsi dapat diketahui dengan jelas,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Zulfikar, pengelola Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi BKKBN Aceh, mengatakan pentingnya optimalisasi aplikasi sistem informasi rantai pasok alat dan obat kontrasepsi atau Sirika untuk memantau persediaan.

“Optimalkan aplikasi Sirika. Pendistribusian harus sesuai kebutuhan dan kondisi persediaan di setiap fasilitas, sehingga pelayanan KB tetap berjalan baik dan lancar,” kata Zulfikar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang Rinaldi Syahputra mengharapkan penguatan tersebut dapat membuat pengelolaan alat dan obat kontrasepsi lebih tertib, efektif, dan akuntabel

“Kami berharap pengelolaan alat dan obat kontrasepsi dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel serta mendukung kelancaran pelayanan program keluarga berencana bagi masyarakat,” Rinaldi Syahputra.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *