BGN jaring masukan anak sekolah terhadap Program MBG di Aceh Besar

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menjaring atau menyerap keinginan anak sekolah terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Kepala BGN Sudaryono di Aceh Besar, mengatakan anak sekolah merupakan penerima manfaat langsung program nasional tersebut. Penyerapan apa yang diinginkan anak sekolah tersebut merupakan bagian dari evaluasi program.

“Hari ini, kami sempat berdialog dengan anak-anak. Kami menyerap apa yang diinginkan mereka dalam Program MBG. Kami menanyakan apa makanan yang mereka sukai,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono ketika meninjau pelaksanaan Program MBG di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cot Meuraja di Kecamatan Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam peninjauan tersebut Sudaryono didampingi Anggota DPR RI TA Khalid ikut makan bersama dengan anak-anak di dalam kelas.

Bacaan Lainnya

Sudaryono mengatakan dirinya mengunjungi sekolah tersebut untuk melihat dan mendengar langsung pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari pembenahan program nasional tersebut.

BGN, kata dia, tidak menutup mata masih banyaknya persoalan dalam pelaksanaan Program MBG. Persoalan tersebut akan terus diselesaikan, sehingga pelaksanaannya benar-benar seperti yang diharapkan.

“Kami terus membenahi pelaksanaan Program MBG agar semakin tepat sasaran. Termasuk menggunakan data Kementerian Pendidikan berdasarkan nama dan alamat peserta didik sebagai penerima program,” katanya.

Sudaryono menyebutkan kehadiran Program MBG memberi dampak pada peningkatan konsumsi protein anak. Selain itu, jumlah anak sekolah yang bersekolah dalam keadaan turun dari 50 persen menjadi 14 persen.

“Konsumsi  protein anak setelah adanya Program MBG meningkat hampir dua kali lipat. Begitu juga anak yang bersekolah semakin bersemangat dengan adanya Program MBG,” katanya.

Oleh karena itu, BGN akan terus memperluas cakupan wilayah Program MBG, di antaranya menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T guna meningkatkan konsumsi protein anak-anak Indonesia.

“Selain itu, kami juga membenahi SPPG. Sasaran penerima tidak lagi ditentukan SPPG, tetapi oleh BGN. Termasuk pengawasan ketat dan penerapan standar operasional prosedur dalam pelaksanaan Program MBG,” kata Sudaryono.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *