Ancaman Keamanan Aceh setelah Banjir Besar

Ancaman Keamanan Aceh setelah Banjir Besar

Aceh|BidikIndonesia.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan seluruh kepala deerah di Aceh kudu meningkatkan pengamanan daerah. Terutama setelah Aceh diterjang banjir besar, November tahun lalu.

Di Bener Meriah dan Aceh Tengah, banyak terjadi kasus pencurian. Para pencuri ini mengincar biji kopi. Harga biji kopi yang relatif tinggi membuat banyak komoditas ini rawan dicuri. Apalagi saat ini banyak kebun-kebun kopi yang tidak dijaga pemiliknya karena harus mengungsi ke daerah lain.

Bahkan di Banda Aceh, aksi pencurian mulai marak. Para pencuri menyasar kotak infak di masjid-masjid. Mereka beraksi di tengah malam dan tak ragu merusak pintu masjid dan kotak-kotak amal.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kejahatan pidana ini merebak bak jamur di musim hujan setelah bencana. Namun faktor utama kejahatan ini adalah hilangnya mata pencarian sementara para pelaku harus mencukupi kebutuhan diri dan keluarga mereka.

Kerentanan dan berkurangnya kewaspadaan juga berpotensi memunculkan aksi pencurian dan penjarahan di daerah-daerah bencana dan daerah yang relatif lebih aman. Banyak bisnis masyarakat yang tidak lagi berjalan setelah banjir besar itu.

Bacaan Lainnya

Melemahnya penegakan hukum dan kontrol sosial membuat para pelaku merasa lebih leluasa melancarkan aksi mereka. Semakin kacau situasi satu daerah, semakin leluasa mereka beraksi.

Mualem–sapaan Muzakir Manaf–perlu menginstruksikan kepada kepala kepolisian daerah untuk meningkatkan pengawasan hingga ke setiap unit di gampong-gampong. Demikian juga para kepala daerah, bupati dan wali kota, harus mengintensifkan koordinasi dengan kepolisian di daerah mereka untuk memastikan keamanan tetap kondusif.

Aceh harus tetap dipelihara sebagai daerah yang aman dan nyaman. Tanggung jawab itu berada di tangan kepala daerah. Sembari mereka menata ulang perekonomian Aceh yang sempat lumpuh, urusan keamanan ini jangan sampai membuat rakyat merasa tak aman di tengah suasana yang nyaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *