Aksi Hijau Pemuda Jantho, Bantaran Krueng Aceh Ditanami 1.000 Pohon

Aceh Besar|BidikIndonesia.com – Ikatan Pemuda Jantho Lestari (IPJL) telah melakukan aksi penanaman 1.000 pohon di bantaran Sungai Krueng Aceh, Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pencemaran sungai akibat aktivitas tambang ilegal yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan sumber air masyarakat.

“Aksi penanaman pohon ini melibatkan puluhan pemuda Jantho, masyarakat setempat, aktivis lingkungan dari Banda Aceh, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, serta mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Jantho,” kata Ketua IPJL Tabuna dalam keterangan persnya, Senin, 26 Januari 2026.

Tabuna menjelaskan, kegiatan tersebut menargetkan penanaman hingga 1.000 bibit pohon yang berasal dari bantuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Penanaman pohon difokuskan di sepanjang bantaran Sungai Krueng Aceh sebagai upaya mengurangi erosi tanah, meningkatkan kualitas air, serta menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan di kawasan Jantho.

Menurutnya, aksi tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawab dan kesadaran pemuda Jantho terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Penanaman pohon ini adalah salah satu cara untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air kita. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Tabuna mengatakan, penanaman pohon di bantaran sungai memiliki peran strategis dalam mengurangi risiko banjir, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Tabuna yang mewakili pemuda dari enam desa di sekitar kawasan hutan Jantho juga mendesak pemerintah dan pihak terkait agar lebih serius menghentikan aktivitas tambang ilegal yang mencemari Sungai Krueng Aceh. Ia menilai, pencemaran sungai telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sungai tersebut.

“Kehidupan masyarakat kami yang bergantung dari sungai krueng aceh sangat terganggu akibat tercemarnya aliran sunagi, kami tidak dapat lagi mencari ikan kerling dengan muda seperti sebelum aktivitas tambang di mulai, selain itu masyarakt dan wisatawan juga tidak dapat lagi menikmati sungai krueng aceh yang ada di jantho untuk berenang yang sering di lakukan wisatawan local di hari libur,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pemuda Jantho lainnya yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai Sungai Krueng Aceh merupakan sumber kehidupan masyarakat Aceh yang kini terancam oleh aktivitas tambang ilegal.

“Kami berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujar pemuda tersebut.

Menurut para pemuda, aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada Sungai Krueng Aceh. Mereka meminta pemerintah meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum terhadap praktik tambang ilegal di kawasan tersebut.

Sementara itu, Keuchik Gampong Jantho, Ansari, yang turut hadir dalam kegiatan penanaman pohon menyatakan bahwa perangkat gampong siap mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam Aceh.

“Sungai Krueng Aceh sendiri merupakan salah satu sungai terpanjang di Aceh dan memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat,” kata Ansari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *