Aceh Timur|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memperjuangkan penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 68.616 keluarga korban banjir yang hingga kini masih menunggu pencairan.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Selasa, mengatakan pemerintah daerah terus mengawal proses tersebut agar bantuan yang menjadi hak masyarakat korban banjir dapat segera direalisasikan.
“Kami terus memperjuangkan jadup 68.616 keluarga korban banjir,” katanya.
Dari 68.616 keluarga tersebut, kata dia, sebanyak 7.659 keluarga masuk dalam penyaluran tahap pertama gelombang pertama dengan alokasi mencapai Rp38,999 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.592 keluarga telah menerima bantuan senilai Rp38,730 miliar atau mencapai 99,12 persen.
Sementara itu, pemerintah daerah juga memperjuangkan penyaluran tahap pertama gelombang kedua untuk 18.281 keluarga dengan nilai mencapai Rp89,241 miliar.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan pada Agustus 2026 disebut telah memasuki tahapan proses penyaluran di Kementerian Sosial.
Selain itu, masih terdapat 26.775 keluarga pada tahap kedua dan 15.968 keluarga pada tahap ketiga yang masuk dalam data bantuan.
Besarnya jumlah penerima tersebut menunjukkan luasnya dampak bencana banjir yang melanda Aceh Timur.
Pemerintah daerah menyatakan proses validasi terus dilakukan bersama pemerintah pusat agar bantuan dapat disalurkan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi.
Sebelumnya, Bupati meminta masyarakat bersabar terhadap proses pencairan bantuan yang masih berjalan. Pemerintah kabupaten terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan mengawal data terdampak agar tidak ada warga yang memenuhi persyaratan terlewat dalam proses penyaluran.
Ia berharap seluruh tahapan bantuan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga masyarakat terdampak banjir memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memulihkan kondisi ekonomi mereka setelah bencana.
“Dengan sebanyak 68.616 keluarga masuk dalam data yang diperjuangkan, pemerintah daerah menyatakan pengawalan terhadap bantuan tersebut masih terus dilakukan hingga proses penyaluran selesai,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

