Aceh Besar luncurkan Galeri Kebudayaan Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meluncurkan Galeri Kebudayaan Aceh sebagai wujud nyata dalam mendukung pelestarian budaya daerah.

“Pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti situs sejarah dan artefak, tetapi juga mencakup bahasa sebagai bagian penting dari identitas daerah dan jati diri sebuah bangsa,” kata Bupati Aceh Besar, Muharram Idris di Dekranasda, Sabtu.

Ia menjelaskan pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya sebagai bagian dari identitas rakyat Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan.

Menurut dia kehadiran galeri budaya sangat penting untuk merangsang dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kita memiliki sejarah panjang dan pernah mencapai kemajuan besar di masa lalu. Kita sebagai orang Aceh harus mengetahui dan memahami sejarah kita sendiri,” kata Bupati.

Menurut dia, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin kompleks seiring dengan pengaruh urbanisasi, transmigrasi, dan perkembangan zaman yang turut mempengaruhi pola kehidupan masyarakat.

“Bahasa Aceh harus terus kita jaga. Generasi yang ideal adalah yang mampu memahami dan menggunakan bahasa Aceh sekaligus bahasa Indonesia. Ini penting agar jati diri kita tidak hilang,” katanya.

Bupati juga mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan budaya dan bahasanya akan kehilangan jati diri.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh.

“Kita harus kembali memperkuat jati diri sebagai orang Aceh. Nenek moyang kita adalah generasi yang tangguh, dan itu harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini,” tambahnya.

Ia berharap lewat peluncuran situs web Galeri Budaya Aceh menjadi langkah strategis dalam upaya digitalisasi arsip budaya, sehingga berbagai warisan sejarah dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia.

Ketua Panitia, Al Kindi Mahlil Idham, menyampaikan bahwa kehadiran platform digital Galeri Budaya Aceh merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan dokumentasi sejarah di tengah perkembangan zaman.

Ia menambahkan peluncuran Galeri Kebudayaan Aceh menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *