56 Ribu Anak Aceh Tidak Masuk Sekolah Formal

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Nasir mengatakan sebanyak 56 ribu anak-anak Aceh tidak masuk sekolah formal. Menurutnya jumlah tersebut bukan angka kecil bagi Aceh yang berpenduduk 5,5 juta jiwa.

“Ini angka besar. Mungkin kalau kita lihat di situ ada yang bersekolah di sekolah-sekolah formal seperti dayah. Namun itu data yang kami dapat bahwa ada 56 ribu anak-anak kita yang tidak bersekolah di sekolah formal,” kata Sekda M Nasir, saat pelantikan pejabat eselon III dan VI di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 26 September 2025.

Ia meminta sektor pendidikan agar kembali membangun citranya agar anak-anak yang tadinya putus sekolah, dapat diajak kembali untuk bersekolah. Mereka juga diminta tak hanya menyediakan kualitas dan fasilitas semata, tetapi juga memastikan anak-anak putus sekolah dapat kembali ke sekolah formal.

“Sehingga ke depan itu tidak menjadi bom waktu bagi kita semua, bagi generasi yang akan datang, mereka akan siap menghadapi problema kemajuan dunia di masa depan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan realisasi anggaran Pemerintah Aceh hingga September 2025 yang mencapai 58,1 persen, sedikit di bawah target 61 persen. Namun, ia optimis realisasi anggaran dapat mendekati target akhir tahun sebesar 97,6 persen.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Sekda juga menyoroti sektor kesehatan. Ia menyebutkan bahwa saat ini 98 persen masyarakat Aceh telah terjamin asuransi kesehatan melalui program JKN dan JKA.

“JKN mengasuransikan 2,6 juta jiwa, sementara JKA mencakup 1,4 juta jiwa. Artinya hampir seluruh rakyat Aceh sudah diasuransikan. Tidak ada alasan lagi masyarakat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *