120 Pesantren Aceh Timur Belum Akif Pascabanjir

Aceh Timur|BidikIndonesia.com  – Ratusan pesantren dan balai pengajian belum aktif pascabanjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Sebab, bangunan pesantren dan balai pengajian rusak berat dan sebagian hancur.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Pesantren) Kabupaten Aceh Timur, Saiful Nahar pada Kamis (15/1/2026) menyebutkan, sebanyak 120 pesantren dan 70 balai pengajian belum beroperasi kembali pascabanjir dalam kabupaten itu.

Adapun pesantren yang rusak ringan sudah beroperasi kembali dan memulai pembelajaran.

“Seluruh data kerusakan telah kita serahkan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),” ucap dia. Dia mengatakan, selain bangunan, alat pembelajaran di pesantren juga hancur.

Ratusan kitab tidak bisa digunakan lagi oleh santri. Saat ini, dibutuhkan upaya pembersihan seluruh pesantren dari lumpur pascabanjir.

Bacaan Lainnya

“Untuk rekonstruksi tentu menunggu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, untuk kitab, kita harap ada dukungan dari sejumlah lembaga.

Sehingga proses pembelajaran bisa segera dilakukan,” ucap dia.  Meski begitu, dia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan sejumlah alat berat terus berupaya melakukan pemulihan fasilitas pendidikan agama itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *