Sigli|BidikIndonesia.com – Wakil Bupati Pidie AlZaizi secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Masa Tanam Rendengan (MTR) tahun 2026-2027 di Aula Distanpan Pidie, Selasa (29/9/2026).
Hadir pada rakor antara lain, Kadistanbun Aceh (mewakili), Kepaka BWS Aceh, Asisten II Setdakab, Kadistanpan Pidie, Kepala Pupuk Indonesia, Kabulog Sigli, Pasi Intel Kodim 0102/ Pidie, Kasat Binmas Polres Pidie, Kejari (mewakili), para Camat, Kjruen Blang dan para Penyuluh se-Kab. Pidie.
Wabup Pidie AlZaizi dalam sambutannya antara lain mengatakan, rakor hari ini bukan sekedar seremoni saja, akan tetapi lebih kepada penentuan nasib pangan untuk kebutuhan pertanian empat bulan kedepan, terangnya.
Dikatakan lagi, Pidie merupakan lumbung padi Aceh dengan luas sawah baku capai 27 ribu hektar lebih. AlZaizi menegaskan, pada rakor ini, perlunya komitmen bersama menyatukan persepsi sebagai langkah pencapaian swasembada pangan dimasa depan.
Terkait, bendungan krueng Tiro di gampong Blang Kumot, yang jebol akibat banjir besar pada malam Jumat lalu.
AlZaizi minta kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh, untuk mendukung perbaikan secara permanen.
Kendati demikian tambahnya, karena masa tanam sudah dekat pada awal Oktober ini, Pemkab Pidie segera melakukan perbaikan darurat, sehingga kebutuhan air untuk petani di kecamatan Sakti terpenuhi.
“Harapan kita agar semua entitas untuk fokus dan respon terhadap kebutuhan air dipersawahan, demi dan untuk kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kadistanpan Pidie Hasballah, SP,.MM melaporkan, rakor diikuti oleh sejumlah elemen, diantaranya para penyuluh dan kjrun blang.
Ia meminta kepada BWS dan PT Pupuk Indonesia untuk proaktif mendukung kegiatan pertanian jelang masa tanam rendengan ini.
Hasballah juga mengambarkan keberhasilan produktivitas padi pada tahun sebelumnya.
“Ada tiga kecamatan mencuat dalam produk padi yaitu, kecamatan, Sakti Indrajaya dan kecamatan Tangse,” pungkasnya. (Has)

