Trauma Healing di Tengah Bencana, Bupati Aceh Tengah Peluk Harapan Anak-Anak Penarun

Trauma Healing di Tengah Bencana, Bupati Aceh Tengah Peluk Harapan Anak-Anak Penarun

Takengon|BidikIndonesia.com – Di tengah duka akibat bencana hidrometeorologi, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si hadir di tenda pengungsian memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi di Simpang Simpil Kampung Penarun Kecamatan Linge, Jumat (02/01/2026).

Didampingi Ketua TP-PKK Aceh Tengah, Risnawati, S.SIT Bupati hadir menyapa, menghibur, dan memberikan arahan kepada masyarakat pengungsian. Suasana tenda yang sebelumnya dipenuhi kecemasan berubah menjadi hangat dan penuh tawa.

Anak-anak tampak ceria saat menerima makanan khusus anak-anak dan hadiah, menjadi penawar trauma akibat bencana yang mereka alami. Sebanyak 93 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Penarun saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian dengan fasilitas seadanya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menyalurkan bantuan logistik berupa ikan segar, beras, gula, mi instan, minyak goreng, peralatan dapur, tikar, serta bantuan sandang serta Kitab Suci Al Quran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan spritual.

Tidak hanya bantuan logistik, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bagi para pengungsi Kampung Penarun guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian.

Bacaan Lainnya

Dalam dialog bersama masyarakat, masyarakat menyampaikan harapan agar dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman, mengingat kondisi kampung asal dinilai sudah tidak layak huni dan berisiko jika hujan kembali turun.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah menegaskan bahwa pemerintah saat ini telah memasuki tahap pemulihan pascabencana, dengan fokus pada perencanaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

“Saat ini kita sudah masuk tahap pemulihan. Semua data dampak bencana wajib didata secara detail dan menyeluruh. Mulai dari rumah, kebun, pertanian, perkebunan, ternak, hingga dokumen penting masyarakat” terang Haili.

“Anak-anak sudah harus sekolah dan mengaji, ini ada Al Quran bapak ibu juga harus baca Al Quran, semua cobaan ini harus tabah dan sabar”, tambahnya.

Bupati juga memastikan bahwa seluruh dokumen penting yang hilang akibat bencana, seperti KTP, ijazah, dan administrasi kependudukan lainnya, serta sertifikat tanah akan langsung digantikan oleh aparatur terkait tanpa mempersulit masyarakat.

Selain hunian warga, pemerintah juga merencanakan pemindahan fasilitas umum ke lokasi yang lebih aman, termasuk sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas pembantu (pustu), sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka menengah dan panjang.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *